
TABANAN, Kilasbali.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan memutuskan untuk tetap melanjutkan pencarian mandiri terhadap I Komang SHD (12), pelajar yang hanyut di Pantai Yeh Gangga, meski operasi tim SAR gabungan resmi dihentikan.
Kegiatan ini terus dilakukan dengan pertimbangan kemanusiaan demi memberikan kepastian bagi pihak keluarga korban yang telah menunggu sejak peristiwa tragis itu terjadi sekitar akhir Mei 2026 lalu.
Kepala BPBD Tabanan, I Nyoman Srinada Giri, menyatakan bahwa pihaknya mengerahkan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) guna menyisir area pesisir secara berkala.
Walaupun secara prosedur standar (SOP) masa pencarian bersama lintas instansi telah berakhir, petugas menilai pemantauan masih perlu dilakukan mengingat kondisi arus laut yang dinamis.
“Secara SOP operasi pencarian memang sudah selesai. Namun karena pertimbangan kemanusiaan, kami masih terus melakukan pemantauan dan penyisiran di sepanjang pesisir yang diperkirakan menjadi jalur pergerakan korban,” ujar Srinada Giri pada Kamis (18/6).
Untuk mengoptimalkan upaya tersebut, BPBD membagi tim ke dalam dua shift kerja dengan kekuatan masing-masing lima personel.
Tim pertama bertugas menyisir daratan pada pagi hingga sore hari, sementara tim kedua disiagakan untuk melakukan pemantauan visual pada malam hari di sepanjang bibir pantai.
Cakupan wilayah penyisiran kini diperluas mulai dari titik awal hilangnya korban di Pantai Yeh Gangga hingga merambah ke arah barat.
Petugas memfokuskan pencarian di kawasan Pantai Kelating hingga Pantai Pasut yang diprediksi menjadi lokasi berhentinya jasad jika terbawa arus bawah laut.
Selain pergerakan tim di lapangan, BPBD juga membangun jejaring informasi dengan komunitas nelayan serta warga yang beraktivitas di sekitar pantai.
Koordinasi ini diharapkan dapat mempercepat laporan jika sewaktu-waktu ditemukan tanda-tanda keberadaan pelajar asal Banjar Jambe Baleran tersebut.
“Harapan kami korban bisa segera ditemukan sehingga keluarga mendapatkan kepastian. Karena itu kami tetap berupaya semaksimal mungkin melalui penyisiran rutin yang dilakukan personel,” tegas Srinada Giri menutup penjelasannya.
Sebelumnya, I Komang SHD dilaporkan terseret arus saat berada di Pantai Yeh Gangga pada Kamis (28/5) lalu.
Kendati upaya pencarian intensif melalui jalur laut dan darat telah diupayakan oleh tim SAR gabungan selama sepekan penuh, keberadaan korban belum juga membuahkan hasil hingga batas waktu operasi resmi berakhir. (c/kb)

















