Gedung Instalasi Jenazah RSUD Tabanan Direncanakan Beroperasi Penuh di April 2026

TABANAN, Kilasbali.com – RSUD Tabanan menargetkan pengoperasian gedung Instalasi Jenazah baru pada April 2026.
Jadwal itu didasarkan pada tahap pemeliharaan penataan jalur pipa bawah tanah yang ada di halaman depan gedung Instalasi Jenazah tersebut.
Hal ini juga dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur sebelum gedung tersebut resmi difungsikan sebagai instalasi forensik pertama di Kabupaten Tabanan.
Direktur RSUD Tabanan, dr I Gede Sudiarta, menjelaskan bahwa operasional pada April 2026 itu bergantung pada kecepatan proses tender untuk pemasangan paving di halaman depan gedung.
Sebab, sambungnya, di halaman depan gedung Instalasi Jenazah tersebut terdapat banyak jaringan pipa yang tertanam di bawah akses jalan utama menuju bangunan tersebut.
“Ada kabel, ada pipa genset, pipa saluran banyak di bawahnya. Kalau dilalui sekarang dengan kendaraan-kendaraan tertentu bisa jebol (pipanya)” kata Sudiarta pada Senin (9/2).
Karena itu, tanah di halaman depan gedung Instalasi Jenazah itu perlu melalui proses pemadatan terlebih dulu.
Selain itu, bagian permukaannya nanti akan ditutup dengan paving yang proses pengerjaannya melalui tender karena anggarannya bernilai ratusan juta rupiah.
Karena itu, pihaknya berharap gedung baru itu bisa diupacarai pada Maret 2026. Bahkan, bila memungkinkan, momen itu juga bisa dijadikan satu dengan peresmian oleh Bupati Tabanan.
“Kalau bisa (upacara pemelaspasan dan peresmian) kami bersyukur” imbuhnya.
Meskipun ditargetkan akan diresmikan pada Maret 2026, Sudiarta memperkirakan seluruh layanan teknis medis baru akan berjalan sepenuhnya pada April 2026.
“Kami berharap April 2026 sudah jalan semuanya,” tegasnya.
Gedung baru ini nantinya tidak hanya sekadar tempat pemulasaraan, melainkan akan berfungsi sebagai pusat layanan forensik lengkap yang memfasilitasi tindakan visum hingga otopsi.
Bisa dikatakan, nantinya gedung itu akan menjadi yang pertama di tingkat rumah sakit kabupaten/kota yang memiliki instalasi forensik di Bali selain RSUP Prof Ngeorah di Sanglah.
Sudiarta memastikan tenaga medis spesialis sudah disiapkan untuk mengisi unit yang akan menjadi rujukan pendidikan kedokteran tersebut.
“Dokter forensiknya sudah ada. Termasuk SDM-nya. Jadi tidak hanya pelayanan pemulasaraan. Di situ akan lengkap nanti layanannya” jelas Sudiarta.
Fasilitas pendukung di lokasi telah disiapkan mulai dari 54 loker jenazah hingga delapan unit freezer penyimpanan. (c/kb)

















