Angin Ngelinus Porak Porandakan Bangunan di Batuaji

GIANYAR, Kilasbali.com – Hujan angin yang mengguyur wilayah Gianyar, Selasa hingga Rabu (21/1) dini hari, juga disertai angin ngelinus.
Angin ngelinus menerjang sejumlah bangunan di Banjar Batuaji, Batubulan Kangin, Sukawati. Korban terparahnya adalah kediaman I Wayan Priana.
Pantauan di pekarangan I Wayan Priana, nyaris semua bangunan mengalami kerusakan. Terparah adalah bale bedangin dengan kondisi ambruk disapu angin ngelinus.
Bangunan lainnya kerusakan terjadi di bagian atap. Demikian juga sejumlah bangunan lainnya di sekitarnya tampak garase sewaan rusak di bagian atap sebagian ambruk menimpa sejumlah mobil.
Dari penuturan Priana, rumahnya disambar angin sekitar pukul 01.30 wita. Dirinya terbangun karena ada suara gemuruh dan genteng rumahnya berjatuhan.
“Saat itu saya panik, khawatir dengan anggota keluarga. Setelah angin mereda saya keluar, semuanya berantakan. Bale bedangin sudah roboh,” ungkapnya.
Di wilayah itu, sebutnya juga pernah mengalami musibah yang sama. Sekitar tahun 2018, banyak rumah tetangganya yang rusak, termasuk dapur miliknya.
“Sekarang kembali terjadi. Rumah saya yang hancur,” terangnya pasrah dengan pandangan hambar.
Selain rumah Priana, belasan rumah lainnya yang terdampak angin kencang di Banjar Batuaji. Seperti di rumah I Wayan Cok Ariana, (57), kerusakan terjadi pada 1 unit bangunan pelinggih dan 1 unit bangunan rumah tinggal.
Sementara di rumah I Made Untung Antara, kerusakan terjadi pada 4 unit pelinggih roboh serta bale rusak sedang.
Di rumah I Ketut Monjong, sebuah bale piyasan roboh,10 unit pelinggih dan semua bangunan atapnya habis. Di rumah Balik Juniawan, sebuah bangunan dan atap rumah rusak. Di rumah I Wayan Riana, sebuah pelinggih dan atap warung rusak.
Angin kencang juga merusak bangunan Bale Mangku di Pura Penataran Batuaji. Selain rumah-rumah warga, angin puting beliung juga merobohkan garase mobil milik I Made Jono. Di sana, semua mobil yang sedang terparkir di bawah garase tertimpa atap.
Kepala Pelaksana BPBD Gianyar, Ida Bagus Putu Suamba, yang langsung turun ke lokasi menegaskan bahwa kerusakan ini memang diakibatkan bencana angin kencang. Kata dia, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini. Sementara kerugian ditaksir miliaran rupiah.
Gus Suamba mengatakan pihaknya telah menyiapkan skema bantuan untuk para korban bencana. Dimana untuk kerusakan ringan, seperti beberapa blok gentengnya lepas, akan ditangani oleh pihak desa dinas. Sementara untuk kerusakan besar, akan diberikan bantuan oleh Pemkab Gianyar.
“Bantuan ini bukan bentuk ganti rugi, melainkan dana stimulus, diharapkan dengan bantuan ini dapat meringankan beban keluarga yang mengalami bencana,” ujarnya. (ina/kb)

















