Nol Pembiayaan, Sampah Berpotensi Sumbang Pendapatan Daerah

SINGARAJA, Kilasbali.com — Solusi penanganan sampah di Kabupaten Buleleng kian menemui titik terang.
Kabarnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng dibawah kepemimpinan Bupati Buleleng, dr I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, menggandeng PT Binangun Teknologi Solusi Jakarta guna mengatasi permasalahan sampah di Buleleng.
Informasi dihimpun, per 1 Desember 2025 lalu, dilaksanakan penandatanganan surat kesepakatan bersama antara Bupati Buleleng dengan pihak PT Binangun Teknologi Solusi terkait pelaksanaan study kelayakan rencana pengelolaan sampah berbasis ramah lingkungan menggunakan Teknologi Gasifikasi Plasma.
Study kelayakan dijadwalkan berlangsung selama lima (5) bulan lamanya, terhitung sejak 1 Desember 2025 sampai dengan akhir bulan April 2026 mendatang.
Sebelumnya, Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, I Putu Adiptha Ekaputra menyebut, kerjasama pengelolaan sampah dengan calon investor, yakni PT Binangun Teknologi Solusi terbilang sangat menguntungkan.
Pasalnya, Pemkab Buleleng tidak mesti peras otak menyiapkan anggaran untuk pembiayaan penanganan sampah. Kemudian, daerah bakal mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan sampah kepada pihak investor.
“Kita akui kondisi sampah di TPA Bengkala tergolong kerodit, bahkan kapasitasnya sudah overload. Tidak diduga, muncul kabar baik, Dimana, kita (Pemkab Buleleng) kedatangan calon investor yang menawarkan akan membeli sampah milik masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Buleleng. Tentunya hal itu berpotensi nambah pendapatan daerah. Simpelnya, nol pembiayaan penanganan sampah, malah kita diuntungkan karena investor membeli sampah dari pemerintah daerah. Seluruh jenis sampah disapu bersih, baik organik atau non organik,” ungkap Kadis Adiptha belum lama ini.
Seluruh jenis sampah sambung Kadis Adiptha, akan diolah menggunakan Teknologi Gasifikasi Plasma berbasis ramah lingkungan.
“Saat ini sedang dilaksanakan study kelayakan. Sampah organik diolah jadi pupuk urea. Selanjutnya, pupuk urea itu nantinya didistribusikan pada sektor pertanian dan perkebunan di Buleleng. Sementara, sampah non organik rencanannya akan diolah jadi bahan bakar pakai Teknologi Gasifikasi Plasma,” pungkasnya. (Ard/kb)

















