
TABANAN, Kilasbali.com – Proses perbaikan jalan jurusan Denpasar-Gilimanuk, depan Pasar Bajera, Kecamatan Selemadeg yang jebol sudah mencapai 90 persen lebih.
Perkembangan itu lebih cepat dibandingkan rencana perbaikan yang dijadwalkan selama satu bulan.
Sampai dengan Kamis (17/7), tim pekerja yang dikerahkan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur-Bali sudah melakukan proses pelapisan jalan.
Sebelumnya, tim itu menuntaskan proses penggalian, pemasangan box culvert untuk menggantikan gorong-gorong yang rusak, dan menutupnya lagi dengan material disertai pemadatan.
“Kalau di segmen (pekerjaan) ini saja sudah sembilan puluh persen lebih,” jelas Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Provinsi Bali, Pramono Tri Yulianto, di lokasi perbaikan.
Segmen pekerjaan yang dimaksud Pramono adalah overlay AC-BC atau pelapisan jalan menggunakan campuran aspal beton (Asphalt Concrete) dengan jenis Binder Course (AC-BC) sebagai lapisan tambahan.
“Hari ini ada overlay AC-BC. Ada tiga lapis. Kami rencanakan selesai jam sepuluh mala mini. Kalau boleh dibilang, ini sudah sembilan puluh persen lebihlah,” ujarnya.
Menurutnya, bila proses pelapisan ini telah rampung sesuai waktu yang dijadwalkan, pihaknya akan melakukan uji coba dengan membuka badan jalan yang diperbaiki tersebut untuk beberapa kendaraan saja.
“Secara teknis, mungkin kami minta waktu hari ini menyelesaikan overlay (pelapisan). Nanti malam kami uji coba. Kami tes juga ketebalannya. Mungkin ada satu sampai lima kendaraan (untuk uji coba),” ungkapnya.
Selebihnya, hasil uji coba itu akan dievaluasi bersama pimpinannya di Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur-Bali. “Selebihnya, kami serahkan ke pimpinan di Balai. Nanti kami diskusi lagi dengan pimpinan di Bali,” sebut Pramono.
Ia menjelaskan, uji coba tersebut akan berlaku secara terbatas. Mulai dari kendaraan kecil sampai dengan besar, khususnya kendaraan di bawah sumbu tiga. “Habis itu kami tutup lagi,” tegasnya.
Selain itu, Pramono juga memastikan proses perbaikan yang relatif cepat tersebut tetap memperhatikan spesifikasi mutu, kualitas, dan kuantitas.
“Kami juga dibantu konsultan. Tidak mungkin kami kerja mengabaikan mutu. Terlebih sekarang banyak mata yang ikut mengamati. Sehingga pekerjaan ini selesai sepuluh hari. Ini kerja keras tim kami,” pungkas Pramono. (c/kb).

















