TABANAN, Kilasbali.com – Kepolisian Resor atau Polres Tabanan memperkirakan puncak arus balik dalam momen Idulfitri 1446 Hijriyah kali ini akan terjadi pada Minggu (6/4) atau Selasa (7/4).
Terkait perkiraan tersebut, Polres Tabanan telah bersiap untuk memastikan kelancaran jalur Denpasar-Gilimanuk yang berada di wilayah hukumnya. Mulai dari Selabih di Kecamatan Selemadeg Barat sampai dengan Dakdakan di Kecamatan Kediri.
“Puncaknya, biasanya H-1 (cuti bersama selesai). Itu sudah puncak-puncanya. Antara tanggal 6 atau 7 April 2025. Itu yang kami antisipasi,” ungkap Kapolres Tabanan, AKBP Chandra Citra Kesuma, pada Jumat (4/4).
Pada prinsipnya, sambung Chandra, pola pengamanan selama arus balik tidak jauh beda dengan saat mudik. Yakni, sama-sama mengamankan jalur yang dilalui para pemudik.
Bedanya, di tahun ini, momen mudik berhimpitan dengan hari raya Nyepi sehingga pengamanan juga terkonsentrasi pada saat Pangrupukan atau sehari sebelum Nyepi.
“Di arus balik, kami fokus pada kelancaran di ruas-ruas jalan yang dilalui pemudik. Dari Selabih sampai Dakdakan di Kediri,” imbuhnya.
Untuk menunjang tugas tersebut, lima pos telah disediakan sejak Operasi Ketupat 2025 digelar beberapa waktu lalu. Rinciannya, satu pos pelayanan terpadu yang ada di Pospol Adipura, Pos Pelayanan Terpadu di Selabih atau wilayah perbatasan Tabanan dengan Jembrana.
Berikutnya, tiga pos pengamanan yang tersebar di objek wisata Ulundanu Beratan dan Tanah Lot, serta di depan Masjid Al Huda Kediri.
“Yang di Kediri, walaupun kegiatan keagamaan umat Islam saat Ramadan sudah berakhir, tetap kami antisipasi. Karena jalur di sana berpotensi macet. Jalur itu ada persimpangan dari mana-mana. Makanya kami standby juga di sana,” bebernya.
Ia menyebut, ada 200 orang personel Polres Tabanan yang terlibat dalam pengamanan selama mudik dan arus balik tahun ini. Kekuatan itu ditunjang juga dari beberapa instansi terkait lainnya. Sehingga, total keseluruhan ada 350 orang personel.
“Perbantuan dari Polda Bali juga ada. Tapi sifatnya stationer. Bila diperlukan, dari Polda akan mem-back up. Tapi sejauh ini, pantauan kami masih bisa di-handle. Karena beberapa instansi terkait juga ikut membantu kami,” pungkasnya. (c/kb)