Disdik Tabanan Sosialisasi Rencana Regrouping Sejumlah SD di Empat Desa

TABANAN, Kilasbali.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Tabanan sedang menyosialisasikan rencana regrouping atau penggabungan sejumlah sekolah dasar (SD) di 2025 ini.
Sekolah yang berpotensi untuk digabung itu tersebar di empat desa, antara lain Desa Dalang di Kecamatan Selemadeg Timur, Desa Peken Belayu di Kecamatan Marga.
Berikutnya Desa Riang di Kecamatan Penebel dan Desa Bangli di Kecamatan Baturiti. Dan, saat ini beberapa SD yang berpotensi digabung pada empat desa itu masih dalam kajian.
Selain itu, yang paling penting dari rencana ini adalah sosialisasi kepada pihak masyarakat setempat. Sosialisasi itu meliputi mekanisme penggabungan hingga dampaknya.
“Ini masih dalam tahap sosialisasi. Belum ada keputusan final,” kata Kepala Bidang SD Disdik Tabanan, I Made Sukanitera, Selasa (25/3).
Ia menegaskan, pihaknya agak hati-hati menerapkan kebijakan regrouping ini agar tidak menjadi polemik di tengah masyarakat setempat.
“Sebelum keputusan diambil kami pastikan ada dialog terbuka dengan masyarakat dan pihak sekolah,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, kebijakan regrouping dilatari beberapa pertimbangan dan faktor seperti jumlah siswa yang kurang dari 60 orang serta status lahan sekolah yang bukan aset pemerintah daerah.
Selain itu, regrouping juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memastikan para siswa mendapatkan fasilitas yang lebih baik.
Saat ini, yang menjadi catatan pihaknya dalam sosialisasi awal, terkait kekhawatiran masyarakat soal akses pendidikan untuk jenjang SD bagi anak-anak mereka.
Masyarakat di empat desa itu umumnya menginginkan agar kebijakan ini mempertimbangkan jarak sekolah dengan rumah serta kesiapan sarana transportasi bagi para siswa.
“Kami terbuka terhadap masukan masyarakat ini,” kata Sukanitera seraya menyebut sosialisasi ini akan dilakukan secara bertahap dan kepastiannya akan ditetapkan setelah kajiannya selesai dan dikoordinasikan dengan pihak terkait. (c/kb)

















