
TABANAN, Kilasbali.com – Gubernur Bali, Wayan Koster, mempertegas rencananya untuk membangun RMU (rice milling unit) atau pabrik penggilingan gabah dan pakan ternak di Kabupaten Tabanan.
Bahkan, ia mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali akan mengawal rencana pembangunan dua pabrik tersebut.
Sinyal kepastian itu disampaikan Koster saat menghadiri peresmian 133 Bale Sabha Adhyaksa oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali di Gedung Kesenian I Ketut Maria pada Rabu (26/3).
“Kami akan mengalokasikan anggaran khusus untuk Tabanan agar pembangunan infrastruktur sampai ke desa bisa berjalan optimal,” kata Koster.
Ia menjelaskan, pembangunan pabrik penggilingan gabah atau RMU akan menjadi prioritas Pemprov Bali agar hasil panen di Tabanan tidak lagi dijual keluar Bali.
Pabrik itu nantinya ditunjang dengan teknologi pengolahan untuk menghasilkan beras berkualitas sehingga bisa dipasarkan di Bali dengan harga yang menguntungkan bagi petani.
Untuk operasionalnya, pabrik itu nantinya dikelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang salah satu tugasnya memastikan hasil panen diserap dengan harga yang layak.
“Minimal 20 persen di atas biaya produksi sesuai pergub (peraturan gubernur). Tidak ada lagi sistem pembayaran bertahap yang merugikan petani,” tegas Koster.
Prioritas berikutnya adalah pembangunan pakan ternak yang direncanakan dalam rentang waktu kepemimpinannya selama lima tahun ke depan.
Keberadaan pabrik pakan ternak itu nantinya diharapkan bisa memperkuat sektor peternakan lokal dengan mengurangi ketergantungan pakan impor.
Tidak hanya membangun dua pabrik tersebut, ia juga menegaskan kembali soal rencana penataan kawasan Danau Beratan di Kecamatan Baturiti.
Ia menyebut, kawasan Danau Beratan saat ini masih semrawut. Untuk itu, Pemprov Bali akan menata area parkir dan membangun kios-kios baru di atas lahan milik pemerintah.
“Ini sebagai apresiasi bagi Tabanan yang selama ini begitu solid mendukung pembangunan Bali,” imbuhnya. (c/kb)

















