
SINGARAJA, Kilasbali.com — Satu unit motor operasional jenis Yamaha Jupiter milik Dinas Pertanian dikabarkarkan tercebur dan hanyut dibawa arus sungai saat hujan deras mengguyur Buleleng pada Senin (15/11/2021).
Informasi dihimpun, hujan deras membuat debit air sungai naik, sebelum menggerus senderan rumah milik Luh Putu Indrayani (39) merupalqn pegawai Dinas Pertanian Buleleng.
Tak pelak, saat senderan rumah milik korban di Gang Durian, Jalan Pulau Obi, Kelurahan Banyuning korban Indrayani setinggi 7 meter itu ambrol, sepeda motor dinas dipakai korban ikut tercebur ke sungai sebelum hanyut terbawa arus.
Wayan Karmita selaku paman korban (Luh Putu Indrayani), menceritakan, kejadian itu terjadi sekitar pukul 18.30 wita. Kala itu, hujan deras yang mengguyur wilayahnya itu membuat air sungai meluap dan naik ke permukaan, sehingga menyebabkan pondasi garasi mobil yang baru saja dibangun tepat di aral sempadan sungai jebol.
Masih kata dia, di garasi terdapat beberapa kendaraan yakni, satu unit mobil Karimun dan satu unit sepeda motor dinas jenis Yamaha Jupiter. Alhasil, satu sepeda motor dinas milik ponakannya tersebut jatuh ke sungai dan terbawa arus. Sedangkan, mobil tersebut berhasil dievakuasi.
Proses evakuasi dilakukan oleh warga setempat bersama sejumlah Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencara Daerah (BPBD) Buleleng. Saat kejadian, keponakannya bersama keluarga sedang berada di rumah. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
Akibat kejadian itu, keponakan bersama keluarganya, kini terpaksa harus mengungsi ke rumah sanak keluarganya agar lebih aman.
“Keponakan saya (korban Luh Indrawati) sekarang mengungsi ke rumah neneknya, biar aman. Kami sudah lakukan pencarian (motor) di sepanjang bantaran sungai, tapi belum ketemu,” singkat Karmita.
Terpisah, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Buleleng, Putu Ariadi Pribadi mengaku, sudah langsung melakukan tindakan usai menerima informasi ada bencana di beberapa titik. Sesuai dengan informasi dari BMKG, bahwa puncak musim hujan diperkirakan akhir Desember 2021, Januari 2022 dan Februari 2022 nanti.
BPBD Buleleng sebut Kalak Ariadi, sudah berkoordinasi dengan SKPD terkait membantu penanganan bencana, seperti Dinas PUTR, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Pemadam Kebakaran.
“Tim sudah dikerahkan langsung dengan melakukan assement ke lapangan untuk mendata baik itu jumlah korban jiwa, kerugian harta benta atau yang lainnya,” terang Kalak Ariadi.
Masyarakat Buleleng diimbau agar selalu hati-hati dan waspada dengan adanya potensi bencana akibat badai lamina ini.
“Masyarakat mohon waspada dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar baik itu masyarakat yang tinggal di lereng perbukitan atau di pesisir pantai,” pungkasnya.
Berdasarkan data, BPBD Buleleng mencatat, selain kejadian bencana di jalan Pulau Obi wilayah Kelurahan Banyuning pada Senin (15/11), juga ada pohon tumbang di Desa Gitgit KM 13 dan sudah dapat ditangani. Lalu pukul 16.20 wita pohon jenis jambu Mente si Desa Bengkala juga mengalami tumbang yang sempat membuat arus lalulintas macet, namun kini sudah dapat ditangani.
Kemudian, sekitar pukul 17.00 wita, terjadi angin ucur-ucur dan angin puting beliung di kawasan wilayah pantai Segara Kubuanyar yang menyebabkan 2 atap rumah warga
rusak. Korban jiwa nihil dan saat ini masih dilakukan assesment. Di Kecamatan Sawan terjadi pohon tumbang. Dan beberapa titik juga terjadi bencana banjir. (ard/kb)

















