Sering Ancam Bunuh Diri, Pria Ini Ditemukan Tewas Tergantung

GIANYAR, Kilasbali.com – Perilaku aneh I Made Suwitra (49) yang sering mengancam akan bunuh diri rupanya menjadi kenyataan yang tragis. Pria asal Banjar Juga , Mas, Ubud inipun ditemukan tak bernyawa dalam posisi tergantung di Lantai II rumahnya, Kamis (1/7/2021). Di TKP, korban pun meninggalkan pesan dengan tulisan di lantai.
Suasana Kamis pagi di Banjar Juga, Mas, Ubud, menjadi sedikit gaduh. Menyusul informasi adanya salah satu warganya, I Made Suwitra yang ditemukan tewas dengan cara gantung diri.
Saat ditemukan, korban sudah terbujur kaku tergantung dengan seutas tali plastik warna biru yang dikaitkan pada lambang bangunan di lantai II. Selain itu, juga ditemukan sebilah pisau di bawah jenazah korban.
Korban diketahui dalam posisi tergantung oleh pamannya, I Nyoman Wijaya (47). Beberapa jam sebelumnya, Wijaya sempat ngobrol bersama kakak kandung dari korban, I Wayan Sudarma (50) dan ibu dari korban Ni Nyoman Pica (70).
Mereka membicarakan perubahan perilaku korban yang sangat aneh dalam beberapa hari terakhir. Korban kerap berimajinasi yang aneh-aneh hingga berbicara sendiri. Warga pun semakin khawatir, karena korban sempat mengancam akan mengakhiri hidupnya dengan menggunakan pisau.
Usai membicarakan korban, mereka pun kembali menyiapkan aktivitas paginya masing-masing. Hingga diteras rumahnya, Wijaya sepintas menoleh ke lantai II rumah korban. Tanpa dinyana, pemandangan memilukan dilihatnya dari bawah. Yakni korban yang sudah dalam posisi tergantung.
Wijaya dan Nyoman Pica pun bergegas ke lantai II dan tidak bisa berbuat banyak setelah mendapati korban sudah terbujur kaku. “Saya langsung memberitahukan kelian, bendesa lanjut dilaporkan ke Polsek Ubud,” ungkapnya.
Beberapa menit kemudian, warga berdatangan disusul petugas Polsek Ubud untuk melakukan olah TKP. Bersama Tim Medis Puskesmas Ubud, korban diperkirakan meninggal 1 jam lebih sejak ditemukan.
Sebelum gantung diri korban sempat diduga menulis pesan dengan menggunakan batu bata pada lantai yang ada di Lantai II dengan tulisan “PEMBUNUHAN BERENCANA DONO MEKEL DAN BOCOR DEKAWI YANTI”.
“Kami tidak menemukan adanya tanda tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, korban murni gantung diri,” terang Kapolsek Ubud, AKP I Made Tama.
Dari keterangan pihak keluarga, korban memang memiliki kepribadian tertutup dan dalam beberapa hari ini sempat meminta tali dan pisau untuk melakukan tindakan bunuh diri.
“Atas kejadian tersebut pihak keluarga tidak melaporkan kejadian tersebut secara resmi dan menerima sebagai sebuah musibah,” pungkasnya. (ina/kb)

















