
NEGARA, Kilasbali – Hujan deras yang mengguyur sekitar empat jam pada Kamis (24/5/2019) sore hingga malam hari, menyebabkan sejumlah wilayah di Kota Negara terendam banjir. Selain itu, luapan air itu juga berdampak dengan tersendatnya arus lalu lintas Jawa-Bali.
Debit air mulai meningkat sekitar pukul 18.00 WITA dan menggenangi sejumlah wilayah permukiman warga yang berada sekitar daerah aliran sungai maupun saluran drainase di Kecamatan Negara dan Kecamatan Jembrana.
Data Rupusdalops BPBD Jembrana mencatat, ada tujuh desa yang terdampak banjir. Di Kaliakah terdapat 40 KK terdampak luapan Sungai Rumojo termasuk kerusakan 3 pelinggih dengan kerugian material mencapai Rp 136 juta.
Luapan Tukad Ijogading menyebabkan 66 KK di Loloan Barat dan 47 KK di Loloan Barat terdampak serta sejumlah ternak hanyut. Di Tegal Badeng Timur 1 KK terdampak dengan kerugian Rp 20 juta. Luapan Tukad Ijogading juga menyebabkan 12 KK di Baler Bale Agung terdampak serta akses jalan kabupaten jebol dan terputus.
Di Banjar Tengah juga terdapat 8 KK terdampak banjir. 8 KK di Kelurahan Pendem terdampak banjir dengan kerusakan infrastruktur.
Sementara untuk kerusakan terparah menimpa rumah Mangku Pura Dalem Desa Pakraman Kertha Jaya Pendem, Gede Purwita (47), dan Pura Taman Beji Satria di bantaran sungai Ijogading luluh lanta diterjang banjir.
Dugaan sementara kerugian akibat banjir ini mencapai Rp 617 juta lebih. Kini sejumlah wilayah juga mengalami kesulitan air bersih. “Sumur warga semua kotor tercemar dan bau, kami untuk MCK saja kami kesulitan” ujar warga Kaliakah, Kadek Puspa (25).
Sementara instansi terkait seperti Kodim 1617/Jembrana, BPBD, Dinas Sosial, Camat dan Lurah/Perbekel Jumat (23/5/2019) telah melakukan rapat untuk penanganan banjir di dua kecamatan itu.
Asisten II Setda Jembrana, I Gusti Ngurah Sumber Wijaya mengatakan, selain penyaluran bantuan logistik dari BPBD untuk warga terdampak banjir, pemerintah daerah juga akan memikirkan langkah dan upaya ke depan untuk mengantisipasi adanya luapan air di wilayah yang memang menjadi langganan banjir itu.
“Untuk bantuan akan dimohonkan oleh desa termasuk air bersih. Kalau akses jalan yang putus di BB Agung kami tangani secara darurat dulu. Tapi secara umum untuk kedepannya nanti akan dipikirkan perencanaannya termasuk dari Bapeda.
Banjir ini kan karena debit air di hulu meningkat karena hujan, sedangkan saluran air mengalami sidementasi sehingga meluap” tandasnya. (gus/kb)

















