
TABANAN, Kilasbali.com – Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati mengancam akan menindak tegas atau “menyikat” pihak yang nekat menimbun Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di tengah kelangkaan dan antrean kendaraan yang memburuk pada Senin (12/10).
Peringatan keras tersebut dikeluarkan untuk mencegah aksi “panic buying” dan penimbunan saat antrean pembeli bensin meluber hingga ke jalan raya.
Antrean kendaraan pengendara yang hendak berburu Pertalite memadat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) wilayah Tabanan sejak Senin pagi.
Di SPBU Pesiapan, ekor antrean mobil dan sepeda motor mengular panjang hingga menyentuh simpang tiga Jalan Pulau Batam dan Jalan Pulau Nias dekat Koramil 1619-01 Tabanan.
Kondisi serupa terjadi di SPBU Jalan Gatot Subroto, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, yang dipadati antrean kendaraan hingga sore hari.
Untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas dan situasi keamanan saat warga memburu BBM, jajaran Polres Tabanan mengerahkan personel ke tiap lokasi SPBU.
Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati memastikan bahwa pihaknya telah menyebar anggota di lapangan untuk memantau proses distribusi bensin serta melarang keras praktik spekulasi.
Ia menegaskan agar masyarakat membeli BBM secara wajar sesuai kapasitas tangki kendaraan.
“Tidak boleh menimbun. Beli sesuai kebutuhan. Kalau (ketahuan) menimbun ya kami sikat,” tegas Bayu Pati pada Senin (12/10).
Bayu Pati mengungkapkan, pasokan BBM dari pihak Pertamina sebenarnya sudah mulai berdatangan ke wilayah Tabanan.
Menurut informasi yang diterima kepolisian, proses pembongkaran muatan bensin dijadwalkan berlangsung pada hari ini untuk segera disalurkan ke SPBU.
“Tinggal diantar ke masing-masing SPBU sesuai kebutuhan. Informasinya akan ada bongkaran hari ini,” terangnya.
Sebelumnya, kelangkaan dan penumpukan kendaraan di SPBU terjadi akibat jatah pengiriman BBM yang berkurang drastis. (c/kb)

















