
TABANAN, Kilasbali.com – Lahan kosong seluas 50 are di Banjar Dinas Soka Kelod, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, terbakar pada Minggu (4/10) malam.
Insiden kebakaran di lahan yang dipenuhi ilalang itu bahkan sempat memicu kepanikan warga lantaran lokasinya berdekatan dengan pemukiman penduduk.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.00 Wita itu awalnya diketahui seorang warga saat tak sengaja melintas di sekitar lokasi.
Warga itu melihat kepulan asap tebal dan kobaran api merembet cepat membakar rumput liar.
Warga itu kemudian malaporkan kejadian tersebut kepada kepala wilayah setempat.
Adanya laporan itu membuat warga sekitar bergerak cepat memadamkan kobaran api secara gotong-royong dengan memanfaatkan peralatan seadanya.
Upaya untuk membatasi rembetan api oleh warga tersebut membuahkan hasil sekitar satu jam kemudian.
“Api dapat dipadamkan pada lahan kosong sekitar pukul 20.00 wita,” kata Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani pada Senin (5/10).
Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa pemicu utama terbakarnya lahan seluas setengah hektar tersebut murni disebabkan oleh tingginya suhu udara dan kondisi vegetasi yang mengering di puncak musim kemarau.
“Murni faktor kemarau lahan jadi penyebab kebakaran lahan kosong seluas 50 are terbakar,” jelasnya.
Di sisi lain, Perbekel Desa Antap I Ketut Wastika membeberkan bahwa peristiwa kebakaran lahan perkebunan maupun tanah milik warga akibat kemarau panjang ini sudah terjadi sebanyak tiga kali di wilayah desanya.
Dua kejadian sebelumnya melalap lahan di sisi timur Banjar Soka, sedangkan insiden terbaru melanda wilayah sisi utara.
Wastika menjelaskan, maraknya peristiwa kebakaran lahan tidak hanya dipicu terik matahari, melainkan juga disinyalir akibat ulah pengguna jalan yang sengaja membuang puntung rokok di area ilalang kering. Kendati demikian, ia bersyukur api tidak sampai melahap rumah warga.
“Syukur dari tiga kali kebakaran terjadi tidak sampai api merebet ke pemukiman warga,” ungkap Wastika.
Untuk mengantisipasi potensi bencana susulan di puncak musim kemarau, Pemerintah Desa Antap bersama jajaran aparatur kecamatan mengimbau warga agar tidak membuang puntung rokok sembarangan serta menghindari aktivitas membakar sampah.
“Kami juga telah memasang spanduk atau banner pengumuman himbau antisipasi kebakaran di wilayah yang berpotensi rawan dengan kebakaran lahan,” pungkasnya. (c/kb)

















