Himaforsta Sosialisasikan Prodi IIP Unair ke Sejumlah SMA di Surabaya

SURABAYA, Kilasbali.com – Menyadari banyak siswa kelas XII yang bingung untuk menentukan program studi (Prodi) saat menghadapi masa seleksi perguruan tinggi, Himpunan Mahasiswa Ilmu Informasi dan Perpustakaan (IIP) Kabinet Arthawana menghadirkan “Forsta Go To School (FGTS) 2026”, sebuah kegiatan kunjungan langsung ke sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) di Surabaya untuk menyosialisasikan Prodi IIP Universitas Airlangga.(Unair).
Ketua Pelaksana FGTS 2026, yang juga mahasiswi IIP Angkatan 2025 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair) Diviona Grafinda Blitzcinta menjelaskan, program ini lahir dari keprihatinan terhadap minimnya pengetahuan siswa SMA terkait Prodi IIP., padahal kebutuhan ahli pengelolaan informasi dan literasi digital sangat tinggi di era modern saat ini.
“FGTS 2026” ini pertama kali dilaksanakan di SMA GIKI 2, Jalan Raya Gubeng 45, Gubeng, Surabaya (3/8/2026), SMA Dapena 1, Jalan Sumatera 112-114, Gubeng, Surabaya (5/8/2026), dan SMA 17 Agustus 1945, Jalan Manyar Jaya Praja I No.3, Menur Pumpungan, Sukolilo, Surabaya (19/8/2026).
“Ketiga SMA ini dipilih melalui tahap pemetaan berbasis alumni dan potensi siswa, analisis kebutuhan informasi, survei lapangan, hingga pengajuan perizinan resmi ke pihak sekolah. ide program ini mulai disusun sejak 7 April 2026 lalu,” ujar Diviona Grafinda Blitzcinta, yang akrab disapa Cinta, Selasa (25/8/2026).
Setiap kunjungan ke SMA tersebut berlangsung selama dua jam dengan rangkaian acara yang memadukan sesi informatif dan kegiatan interaktif. Diawali pembukaan dan registrasi, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi pengenalan Prodi IIP Unair dan sharing session strategi lolos ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Kemudian para siswa diajak berpartisipasi dalam Workshop Smart Journal Searching, yaitu praktik langsung mencari informasi kredibel dari jurnal ilmiah, serta permainan Journal Hunt Challenge. Rangkaian acara diakhiri dengan sesi tanya jawab, pengisian kuesioner evaluasi, pengumuman pemenang, dan foto bersama.
Pelaksanaan FGTS 2026 melibatkan 21 panitia dari perwakilan seluruh Departemen Himaforsta. Program ini berada di bawah pengawasan Ketua Himaforsta Isna Nuzula Nuril Habibah, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP Unair 2026 Giga Tarangga Yudha, dan Ketua Departemen IIP Unair Fitri Mutia.
Menurut Cinta, salah satu tantangan yang dihadapi tim selama pelaksanaan program tersebut adalah proses perizinan ke sekolah, sebab tidak banyak sekolah yang bisa menerima kegiatan ini saat jadwal sekolah cukup padat. Sementara, antusiasme para siswa menjadi momen yang paling berkesan bagi tim pelaksana, terutama saat aktif bertanya, semangat dalam merespon, dan ketika menyambut panitia dengan sangat ramah.
Ke depan, Himaforsta berencana memperluas jangkauan FGTS agar sosialisasi dan workshop dapat menjangkau lebih banyak SMA di Surabaya, sekaligus menghadirkan inovasi pada materi yang disampaikan. “Semoga, melalui sosialisasi dan workshop ini bisa merata ke seluruh SMA di Surabaya, dan materinya pun terus berkembang serta dapat dipahami paea siswa,” harap Cinta.
Melalui program ini, Himaforsta berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals atau SDGs 4, yaitu tujuan pembangunan berkelanjutan PBB yang bertujuan .untuk menjamin kualitas pendidikan yang inklusif dan merata serta mempromosikan kesempatan belajar sepanjang hayat untuk semua dengan mendorong akses informasi pendidikan tinggi yang merata bagi siswa SMA. Serta SDGs 17 (Kemitraan untuk tujuan) melalui kolaborasi antara civitas akademika Unair dan komunitas pelajar di Kota Surabaya. (Kb/djo)

















