Koster Pilih Kedai Tangkil Jadi Lokasi Program Traktir Gratis

TABANAN, Kilasbali.com – Kedai Tangkil di Kabupaten Tabanan terpilih menjadi salah satu lokasi pelaksanaan program traktir gratis yang dicetuskan Gubernur Bali Wayan Koster dalam perayaan hari Tumpek Krulut pada Sabtu (1/8).
Program yang bertujuan memupuk rasa kasih sayang dan kebersamaan ini memicu lonjakan pengunjung hingga mencapai 700 orang hanya dalam waktu tujuh jam di kedai tersebut.
Keberadaan kedai yang berlokasi di Jalan Hasanudin 2 B Dangin Carik ini menjadi magnet bagi warga yang ingin menikmati sajian khas Bali secara cuma-cuma.
Program makan gratis ini melibatkan 15 UMKM kuliner di berbagai wilayah Bali sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap pelaku usaha lokal di hari yang sarat makna kasih sayang tersebut.
Ida Bagus Made Ariyoga (28), selaku pemilik Kedai Tangkil, mengaku sangat terkejut sekaligus bangga tempat usahanya terpilih dalam agenda resmi gubernur.
Kondisi membludaknya pengunjung membuat kedai yang menjual kopi dan jajanan tradisional ini terpaksa tutup lebih awal karena seluruh stok menu ludes terjual.
“Kurang lebih 700 orang dari jam tujuh pagi sampai jam satu siang. Kami sampai kewalahan, tidak bisa restock lagi karena semuanya habis,” ujar pria yang akrab disapa Gus Yoga pada Minggu (2/8).
Meskipun seluruh hidangan diberikan secara gratis bagi pengunjung yang makan di tempat, pihak kedai tetap melakukan pencatatan transaksi secara disiplin melalui sistem nota.
Dari hasil rekapitulasi selama program berlangsung, Kedai Tangkil mencatatkan total omzet fantastis mencapai sekitar Rp 16 juta hanya dalam hitungan jam.
Gus Yoga menyebutkan bahwa jumlah kunjungan ini meningkat berkali-kali lipat dibandingkan operasional pada hari biasa yang umumnya hanya melayani puluhan pelanggan.
Antusiasme masyarakat yang luar biasa ini dianggap sebagai berkah tersendiri bagi perkembangan usahanya.
“Ini meningkat lebih dari dua kali lipat, bahkan jauh lebih ramai. Biasanya tidak sampai segitu,” jelas pengusaha muda asal Desa Dajan Peken tersebut membandingkan tingkat keramaian di kedainya.
Melalui keterlibatan dalam program ini, Gus Yoga berharap pemerintah dapat terus konsisten memberikan ruang bagi pelaku UMKM lain untuk berkembang.
Baginya, terpilihnya Kedai Tangkil merupakan sebuah kehormatan besar mengingat banyaknya pilihan tempat kuliner lain di wilayah Tabanan.
“Pastinya sangat senang, dari sekian banyak tempat bisa dipilih. Harapan ke depan semoga tempat-tempat lain juga bisa dikunjungi dan dilibatkan,” ungkapnya.
Kedai Tangkil sendiri memiliki sejarah unik sejak berdiri pada masa pandemi Covid-19 tahun 2021 dengan mengusung konsep kolaborasi antar-pelaku UMKM.
Nama kedai ini diambil dari tradisi masyarakat Hindu yang sering berkunjung ke Pura Batur yang berada di areal lokasi tersebut.
“Karena itu saya spontan saja memberikan nama Kedai Tangkil. Kedai mencerminkan konsep kedai sebagai tempat sederhana untuk berkumpul dan menikmati kuliner lokal, sedangkan Tangkil artinya berkunjung,” tandas Gus Yoga. (c/kb)

















