Kodim 1619/Tabanan Optimis Enam KDMP Tuntas di Juli 2026 Meski Hadapi Kendala Lahan

TABANAN, Kilasbali.com – Komando Distrik Militer atau Kodim 1619/Tabanan optimis membantu pendirian Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) secara bertahap dan berkelanjutan.
Saat ini, sudah ada tiga KDMP yang telah berdiri ditambah lagi enam unit yang dalam proses pembangunan.
Jika tidak ada rintangan, pada Juli 2026 mendatang total ada sembilan KDMP yang bisa difasilitasi pendiriannya.
Saat ini, jajaran Kodim 1619/Tabanan sedang berupaya mempercepat proses pembangunan di enam lokasi tersebut.
“Di akhir Juli 2026 yang enam itu selesai semua, sehingga semuanya beroperasi seratus persen,” ujar Dandim 1619/Tabanan, Letkol Inf Muhamad Arifianto pada Kamis (25/6).
Ia menjelaskan, tiga titik koperasi yang telah tuntas dibangun ada di Desa Petiga (Kecamatan Marga), Desa Perean (Kecamatan Baturiti), dan Desa Penatahan (Kecamatan Penebel).
Enam titik yang masih dalam proses pengerjaan tersebar di beberapa kecamatan, di antaranya Desa Buruan, Riang Gede, dan Tengkudak di Kecamatan Penebel.
Lokasi lainnya mencakup Desa Buwit di Kecamatan Kediri serta Desa Gunung Salak di Kecamatan Selemadeg Timur.
Namun, upaya pendirian koperasi ini menghadapi tantangan teknis yang cukup signifikan, terutama menyangkut persyaratan luas lahan minimal sepuluh are.
Dari total luas tersebut, enam are diperuntukkan bagi bangunan utama, sementara empat are sisanya digunakan sebagai area parkir penunjang.
“Salah satu kendala yang kami ada hadapi adalah luas lahan itu,” jelasnya.
Ia menyebut sebagian besar lahan yang tersedia di desa-desa wilayah Tabanan saat ini memiliki luas di bawah standar persyaratan yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Untuk mengatasi persoalan itu, jajarannya akan terus menjalin komunikasi intensif dengan para camat dan perbekel untuk memetakan potensi lahan yang tersedia di desa lain.
Lahan-lahan yang ditemukan nantinya akan dilaporkan secara berjenjang kepada pemerintah daerah untuk mendapatkan persetujuan teknis sebelum pembangunan dimulai.
“Lahan yang ada akan kami laporkan ke pemerintah secara berjenjang untuk proses selanjutnya kalau memang dari kabupaten sudah oke, diizinkan, langsung kami bangun,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, seluruh fasilitas operasional mulai dari rak etalase, truk, pikap, hingga kendaraan roda tiga sepenuhnya mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat.
Selain infrastruktur fisik, pihak pusat juga akan memberikan pendampingan manajemen bagi warga desa setempat yang nantinya ditunjuk sebagai pengelola koperasi tersebut.
Meskipun fokus saat ini tertuju pada penyelesaian sembilan titik awal, Kodim 1619/Tabanan berkomitmen agar seluruh desa di Tabanan memiliki KDMP pada tahun depan. (c/kb)

















