Sinergi TNI-Pemkab Tabanan Perkuat Pangan Lewat Panen Raya

TABANAN, Kilasbali.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan bersinergi dengan TNI untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.
Sinergi ini ditandai dengan kegiatan panen raya di Subak Lanyah Delod Jalan, Desa Tangguntiti, Selemadeg Timur, bersama Kodim 1619/Tabanan pada Jumat (3/4).
Kolaborasi lintas sektor ini dilakukan untuk menjaga stabilitas ketersediaan pangan di wilayah Tabanan.
Kegiatan panen raya ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, bersama jajaran Danrem 163/Wira Satya serta unsur Forkopimda.
Mereka hadir untuk memberikan dukungan moral sekaligus memastikan proses produksi pertanian di tingkat desa berjalan optimal.
Wabup Dirga menegaskan, pemerintah daerah akan terus hadir untuk mendampingi petani, terutama dalam menjamin keberlanjutan sistem irigasi.
Menurutnya, infrastruktur pengairan yang baik merupakan fondasi utama bagi keberhasilan setiap musim tanam di Kabupaten Tabanan.
“Panen raya ini bukan hanya hasil kerja keras para petani, tetapi juga wujud nyata kolaborasi yang solid antara petani, TNI, dan pemerintah. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi utama pembangunan daerah,” ujar Dirga.
Dirga memaparkan, capaian sektor pangan Tabanan pada 2025 mencatatkan angka yang impresif. Indeks ketahanan pangan daerah saat ini berada di angka 77,79, yang menempatkan Tabanan dalam kategori wilayah dengan ketahanan pangan sangat tahan.
“Capaian indeks ketahanan pangan pada Tahun 2025 ini adalah bukti bahwa arah pembangunan kita sudah berada di jalur yang tepat. Namun demikian, ini bukan akhir, melainkan motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kesejahteraan petani dan menjaga stabilitas pangan di Tabanan,” imbuhnya.
Sementara itu, Danrem 163/Wirasatya, Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra menyatakan bahwa keterlibatan jajaran TNI merupakan bagian dari tugas kewilayahan untuk mendukung program nasional.
Selain melakukan pengamanan, TNI juga akan aktif menyerap aspirasi masyarakat terkait kondisi fisik sawah dan kendala ketersediaan sumber air.
Kolaborasi intensif ini diharapkan dapat mendorong terciptanya kemandirian pangan yang berkelanjutan.
Fokus ke depan tidak hanya pada kuantitas panen, tetapi juga pada penguatan peran petani melalui inovasi teknologi dan pendampingan yang lebih masif. (c/kb)

















