Usai Kebut Infrastruktur Fisik, Pemkab Tabanan Fokus ke Penerangan Jalan

TABANAN, Kilasbali.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan sedang mempersiapkan program Tabanan Terang dengan menjadikan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) sebagai infrastruktur penunjang utama.
Program ini bisa dibilang kelanjutan dari program pembangunan infrastruktur fisik yang sempat dikebut beberapa tahun terakhir ini.
Selain untuk mempercantik estetika wajah kota dan kawasan perbatasan, Tabanan Terang diharapkan bisa menjadi penunjang sarana keselamatan berlalu lintas.
Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Tabanan, I Putu Chandra Pradana Giri, menjelaskan program ini berawal dari keinginan Bupati I Komang Gede Sanjaya yang ingin wajah kota tertata secara fisik di bagian tengah maupun perbatasan.
Program Tabanan Terang kemudian dihadirkan sebagai sisi lain dari pembangunan yang sudah berjalan sebelumnya.
“Ini sisi berbeda. Kalau kemarin infrastruktur fisik. Kalau yang sekarang ini (Tabanan Terang) infrastruktur penunjang” kata Chandra pada Kamis (12/2).
Selain untuk mempercantik estetika kawasan, pengadaan lampu ini sangat penting guna menunjang keselamatan warga dan pengendara yang melintas.
Pentingnya pencahayaan jalan yang cukup ini juga mengingat wilayah Tabanan menjadi perlintasan utama jalur nasional yang rawan kecelakaan.
“Karena di Tabanan dilalui jalur Denpasar-Gilimanuk yang selama ini dikenal sebagai jalur tengkorak” jelasnya.
Selain jalur Denpasar-Gilimanuk, prioritas program Tabanan Terang dengan jumlah LPJU sebanyak 6.793 titik ini juga akan disebar di jalan-jalan protokol, arteri, ibu kota kecamatan, hingga tempat wisata.
Berdasarkan pemetaan awal, Pemkab merencanakan pemasangan di ribuan titik strategis yang tersebar di berbagai wilayah.
“Kami merencanakan target pemasangan sementara sesuai pemetaan awal 6.793 titik” ungkap Chandra.
Data sementara bahkan mencatat kebutuhan peremajaan hingga ke area perumahan bisa mencapai lebih dari 12 ribu unit.
Meski demikian, Chandra menegaskan bahwa rencana besar ini masih dalam tahap pematangan konsep.
“Ya. Ada yang baru. Ada yang (perlu) peremajaan. Ini kan baru konsep di atas kertas belum survei ke lapangan. Belum FS (feasibility study) atau studi kelayakannya” tambahnya.
Program ini rencananya akan menggunakan pola Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) unsolicited atau yang diprakarsai oleh pihak swasta.
Calon investor nantinya wajib merancang studi kelayakan sendiri dan tetap harus mengikuti mekanisme lelang untuk merealisasikan program tersebut.
Pemerintah menargetkan proyek penerangan jalan ini dapat tuntas dan dinikmati masyarakat dalam beberapa tahun ke depan.
“Sesuai rencana, program Tabanan Terang ini hendak direalisasikan di akhir 2027 mendatang sehingga pada awal 2028 sudah beroperasi,” pungkasnya. (c/kb)

















