Tabanan Masih Kewalahan Penuhi Permintaan Telur Ayam Bahagia

TABANAN, Kilasbali.com – Perusahaan Umum Daerah atau Perumda Sanjayaning Singasana mulai memberanikan diri untuk berkecimpung sebagai penyalur telur ayam bahagia atau free range.
Tidak tanggung-tanggung, penyaluran telur ayam bahagia itu tertuju ke seluruh hotel yang ada di bawah bendera Marriott Group. Pelepasan perdana produk pangan ini berlangsung pada awal Agustus 2025 lalu.
Hingga kini, permintaan telur ayam bahagia dari mitra bisnis Perumda Sanjayaning Singasana itu masih berlaku.
Sayangnya, Perumda Sanjayaning Singasana kewalahan untuk memenuhi permintaan hariannya yang begitu tinggi.
Ini karena di Tabanan masih jarangnya peternak ayam telur bahagia atau free range. Sebagian besar peternak masih menerapkan metode kandang baterai.
Sementara, ayam telur bahagia dihasilkan dari peternakan ayam petelur yang dilepasliarkan di kandang yang luas.
Direktur Bisnis Perumda Sanjayaning Singasana, I Made Pasek Darma Sugiarta, mengungkapkan bahwa permintaan dari 28 hotel yang menginduk pada Marriott Group rata-rata 15 sampai 20 ribu butir per hari.
“Permintaan dari Marriott Group cukup besar, tapi baru sekitar 1.500 butir perhari yang bisa kami penuhi. Sisanya dipasok dari luar Bali oleh Marriott Group,” jelas Pasek pada Kamis (13/11).
Sejauh ini, pasokan ayam telur bahagia dari Kabupaten Tabanan disuplai dua peternak di Desa Perean, Kecamatan Baturiti. Sisanya, satu peternakan di Kabupaten Gianyar.
Ia menjelaskan, bila dibandingkan dengan telur yang dihasilkan melalui metode kandang baterai, telur ayam bahagia memiliki beberapa keunggulan.
Adapun keunggulannya itu antara lain cangkangnya yang keras, putih telurnya yang lebih padat, dan tahan hingga satu minggu dibandingkan telur hasil produksi kandang baterai.
Menurutnya, perbedaan ini dimungkinkan karena faktor pemeliharaan yang berbeda dengan ayam petelur pada kandang baterai yang dipaksa untuk bertelur. “Telur ayam bahagia juga memiliki sertifikat resmi,” imbuh Pasek.
Sejatinya, produksi telur ayam bahagia memiliki celah pasar yang cukup lebar bila dibandingkan dengan ayam petelur di kandang baterai. Namun, sejauh ini kebanyakan peternak di Tabanan masih enggan beralih metode pemeliharaan.
Karena itu, pihaknya saat ini sedang berupaya memperkenalkan sekaligus memberikan pendampingan dari instansi terkait untuk metode pemeliharaan ayam petelur ini.
Dengan upaya itu, pihaknya berharap ke depan akan lebih banyak peternak yang bisa memasok permintaan telur ayam bahagia. (c/kb)

















