Sanjaya Mau Pertahankan Ketut Saat Tingkat Kelahiran di Tabanan Terendah

TABANAN, Kilasbali.com – Sektor kebudayaan turut menjadi fokus perhatian kepemimpinan I Komang Gede Sanjaya sebagai Bupati Tabanan periode 2025-2030.
Salah satu program yang hendak direalisasikan dalam sektor ini adalah pelestarian Ketut di tengah keluarga Bali yang ada di Kabupaten Tabanan.
Ketut merupakan urutan anak keempat dan kelipatannya dalam struktur keluarga di Bali. Ketut menempati posisi keempat setelah Wayan, Made, dan Nyoman.
Caranya? Sanjaya menyebut upaya pelestarian Ketut itu akan dilakukan dengan menggaungkan program Keluarga Berencana (KB) Bali.
“Sesuai Haluan Bali 100 Tahun ke depan,” kata Sanjaya usai menyampaikan pidato sambutan di rapat paripurna yang berlangsung di DPRD Tabanan, Senin (3/3).
Ia menjelaskan, secara statistik, nama Ketut dalam keluarga Bali saat ini sudah mulai langka. “Bagaimana cara mempertahankannya adalah dengan menerapkan KB Bali. Memiliki anak sampai empat orang,” bebernya.
Menurutnya, urutan anak dalam keluarga Bali itu merupakan tradisi yang telah diwariskan para leluhur di Bali. “Ketut ini warisan budaya leluhur. Kami tidak bikin-bikin. Jadi perlu dilestarikan,” tegasnya.
Ia tidak memungkiri, tantangan yang akan dihadapi dalam menggaungkan program KB Bali ini adalah tingkat kelahiran di Kabupaten Tabanan.
Seperti berita sebelumnya, tingkat kelahiran di Tabanan paling rendah di Bali. Posisinya 1,8 persen.
Rasio itu menunjukkan bahwa rata-rata tiap seratus pasangan usia subur di Tabanan memiliki satu hingga dua anak.
“KB Bali itu salah satu (solusinya). Ya disosialisasikan lewat Semara Ratih, Bungan Desa, dan pemahaman dari masing-masing stakeholder. Saya yakin bisa. Dulu kan mindset-nya dua anak cukup. Nanti, ke depannya (terapkan) KB Bali,” pungkasnya. (c/kb)

















