
GIANYAR, Kilasbali.com – Hujan lebat berpetir yang terjadi semalaman dari Rabu (16/6/2021) hingga Kamis (17/6/2021) dinihari, menyebabkan terjadinya bencana alam berupa longsor dan luapan air.
Petugas Team Reaksi Cepat (TRC) BPBD Gianyar pun laris manis, dan harus memecah tim dalam melakukan penanganan.
Sedikitnya, ada lima titik bencana yang mencolok, mulai senderan longsor hingga rumah terendam air luapan. Syukurnya, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa itu.
Dari informasi yang dihimpun, hujan mengguyur mulai Rabu, Pukul 22.00 WITA dan terus menyambung hingga Kamis dinihari. Kilatan petir yang menyambar rendah membuat warga memilih diam di rumah. Mulai pukul 02.00 WITA, telpon kedaruratan BPBD Gianyar pun mulai berdering. Diawali dengan laporan warga di Lingkungan/Br. Sema, Kelurahan Bitera.
Rumah milik Ni Wayan Ariasih (50) terendam air luapan. Warga ini khawatir karena dalam rumah tersebut ada balita. Selain itu, luapan air sungai juga mengenangi rumah warga di perumahan sebelah barat RSU Sanjiwani. Luapan air ini membuat pemilik rumah kawatir karena air mengalir ke lantai kamar tamu.
Tak hanya itu, masih di Kelurahan Bitera, tepatnya di Griya Kemenuh, Lingkungan Pacung, senderan berikut tembok pekarangan jebol dan longsor mengarah ke badan jalan. panjang longsor yang mencapai 12 meter lebih ini terjadi, karena air got mengikis bagian pondasi.
Petugas TRC BPBD Gianyar bersama instansi terkait pun sudah mendatangi lokasi dan melakukan pembersihan untuk menghindari luapan air ke badan jalan.
Sementara itu, sebuah mobil tertimpa ranting pohon yang dilaporkan oleh I Wayan Budi (40) di Banjar Pande, Desa Pejeng, Tampaksiring. Sedangkan di Banjar Sala, Pejeng Kawan, longsor menutupi areal persawahan yang juga kawasan villa. Meloncat ke Desa Sidan, Sawah longsor menurupi jalan dan salursan irigasi.
PDAM Gianyar pun kebagian musibah karena instalasi tersambar petir. Syukurnya setelah ditangani oleh petugasnya, pelayanan air minum kembali normal dalam dua jam.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta mengatakan, pihaknya sudah stand by lebih awal, ketika curah hujan dinilai cuku tinggi. Bahkan, anggota timnya yang malam itu tidak giliran tugas jaga, sudah langsung dirapatkan.
Setelah ada pengaduan, pihaknya langsung menurunkan tim. “Saat tengah malam, kami sudah menerima pengaduan rumah terendam. Karena di rumah itu ada balita, kami pun dengan cepat meluncur. Kami tak melakukan evakuasi, karena luapan air dapat kami tangani segera,” ungkapnya.
Meski dari kalender bulan ini tidak masuk dalam musim hujan, namun pihaknya tetap antisipasi cuaca ekstrem seperti hujan ini. “Tahun ini bencana alam marak terjadi. Karena itu kami meminta masyarakat waspada terhadap bencana,” wantinya.
Disebutkan, cuaca ekstrim sejak Desember banyak terjadi bencana alam. Seperti pohon tumbang, longsor dan air meluap. Karena itu, masyarakat yang bepergian harus hati- hati, menjaga lingkungan terutama membuang sampah tidak sembarangan dan jika ada pohon lapuk dan berpotensi tumbang segera dilaporkan untuk dilakukan pemangkasan. (ina/kb)

















