Dishub Tabanan Optimis Trans Siswa Beroperasi Awal Tahun Ajaran 2026/2027

TABANAN, Kilasbali.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Tabanan optimis layanan angkutan siswa gratis atau Trans Siswa beroperasi kembali secara penuh pada awal tahun ajaran 2026/2027.
Saat ini, layanan itu masih dalam tahap lelang untuk menentukan operatornya. Jika tidak ada kendala, menjelang akhir Juni 2026 ini, proses lelang itu akan memasuki tahap penetapan pemenang lelang.
“Mudah-mudahan bisa bertepatan (dengan awal tahun ajaran 2026/2027),” ungkap Kepala Dishub Tabanan, I Made Murdika, pada Minggu (14/6).
Ia menyebutkan, begitu pemenang lelang telah ditetapkan, pihaknya akan berupaya mempercepat operasional layanan angkutan siswa gratis bagi siswa SMP tersebut.
“Anggarannya sudah ada. Tapi masih proses (lelang). Yang pasti program Trans Siswa tetap berlanjut tahun ini,” tegasnya.
Selain fokus pada proses lelang, Dishub Tabanan juga sedang mematangkan rencana perluasan jangkauan layanan ke sejumlah sekolah baru di wilayah Kecamatan Selemadeg dan Marga.
Evaluasi terhadap efektivitas trayek yang sudah ada pun terus dilakukan untuk menyiasati adanya ketimpangan kepadatan penumpang pada jam-jam tertentu.
“Sejumlah trayek masih minim pengguna, sementara trayek lain justru mengalami lonjakan penumpang, terutama saat jam pulang sekolah,” imbuhnya.
Untuk memaksimalkan program ini, pemerintah juga mendorong pihak sekolah untuk lebih disiplin dalam melarang siswa membawa kendaraan pribadi ke sekolah.
Sehingga, sambungnya, program ini juga bisa membantu menekan angka pelanggaran atau kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar.
Sebelumnya, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Tabanan, I Dewa Putu Mahendra, mengungkapkan ada tiga peserta lelang untuk menjadi operator program ini.
Saat ini, ketiga peserta lelang itu sedang melalui tahapan verifikasi terhadap masing-masing dokumen yang mereka tawarkan.
Jika tidak ada kendala atau sanggahan, penetapan pemenang kontrak direncanakan akan diumumkan pada 22 Juni 2026 mendatang.
“Sekarang masih tahap evaluasi. Peserta yang masuk ada tiga. Nilai proyek sekitar Rp 9,3 miliar lebih dengan masa kontrak sampai Desember 2026,” beber Mahendra. (c/kb)

















