Arnawa: PKB Kabupaten Jadi Ajang Uji Mental Seniman Tabanan

TABANAN, Kilasbali.com – Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Arnawa, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) tingkat kabupaten.
Baginya, PKB tingkat kabupaten menjadi wadah penting untuk menguji mental dan kesiapan para seniman Tabanan sebelum tampil di level provinsi.
Ajang pra-PKB yang dipusatkan di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana pada Minggu (7/6) ini diharapkan mampu mematangkan kesiapan para seniman.
Arnawa memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan pemerintah daerah yang menggelar festival budaya tersebut secara mandiri di tingkat lokal.
Menurutnya, panggung kabupaten berfungsi sebagai simulasi nyata bagi ribuan seniman untuk mengasah rasa percaya diri di hadapan publik sebelum tampil di tingkat provinsi.
“Saya tentu saja mengapresiasi acara tersebut. Bisa dikatakan itu tes mental buat mereka (seniman),” ujar Arnawa pada Selasa (9/6).
Ia juga mengamati keunikan inisiatif pemanasan PKB di tingkat daerah yang dinilainya sebagai langkah baru yang sangat efektif.
Kehadiran panggung ini dipandang mampu meminimalkan kesalahan teknis sekaligus menjadi sarana evaluasi bagi para pembina sebelum melepas kontingen ke ajang yang lebih besar
Ia mendorong agar festival kebudayaan ini tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan yang monoton, melainkan harus terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak talenta lokal.
Ia juga berharap pelibatan seniman untuk mewakili kabupaten semakin diperluas agar dinamika seni budaya di Tabanan tetap hidup dan berkelanjutan.
“Jadi kalau jadi agenda tahunan, maka tidak hanya harus monoton. Bisa ditambah seniman lainnya,” ungkapnya.
Secara teknis, sekitar 2.000 seniman telah menjalani persiapan intensif sejak Januari 2026 dengan pendampingan dari akademisi serta budayawan senior.
Kabupaten Tabanan sendiri telah menyiapkan 15 materi penampilan yang terdiri dari sembilan parade dan enam kategori lomba untuk dipentaskan di Taman Budaya Art Centre Denpasar mulai 13 Juni hingga 12 Juli 2026 mendatang.
Selain panggung seni, festival yang berlangsung di area Taman Bung Karno ini juga memberikan dampak ekonomi nyata melalui penyediaan stan bagi pelaku UMKM kuliner dan kerajinan kreatif. (c/kb)

















