Arya Gunanta-Kadek Surya Puncaki Seleksi Perumda SS

TABANAN, Kilasbali.com – I Gusti Made Arya Gunanta dan Kadek Surya Prasetya Wiguna resmi menduduki peringkat pertama dalam seleksi Direktur Utama (Dirut) dan Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Sanjayaning Singasana (SS) Tabanan.
Ini berdasarkan hasil pengumuman Panitia Seleksi Nomor 005/10-VI/2026 yang disampaikan pada Sabtu (13/6). Sesuai pengumuman itu, Arya Gunanta meraih nilai tertinggi untuk posisi Direksi.
Sementara itu, posisi Ketua Dewan Pengawas (Dewas) dengan peringkat pertama ditempati Surya Prasetya Wiguna setelah menyisihkan kandidat lainnya dalam seluruh rangkaian ujian.
Saat ini, keduanya tinggal menunggu penetapan resmi dari Bupati Tabanan selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) untuk segera memimpin dan mengelola perusahaan pelat merah milik Pemkab Tabanan itu.
Sekretaris Panitia Seleksi, I Nyoman Hari Sujana, mengonfirmasi bahwa seluruh tahapan seleksi dari administrasi hingga wawancara akhir telah tuntas dilaksanakan.
Agenda berikutnya kini terfokus pada pengesahan administrasi oleh Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (15/6).
“Seluruh tahapan sudah selesai. Berikutnya tinggal penetapan yang dikuatkan dengan Surat Keputusan KPM serta penandatanganan perjanjian kinerja,” ujar Hari Sujana pada Minggu (14/6).
Berbeda dengan pejabat di struktur pemerintahan, pengangkatan pimpinan perumda tidak memerlukan prosesi pelantikan secara formal.
Keabsahan tugas mereka sepenuhnya bersandar pada penerbitan SK KPM serta komitmen yang tertuang dalam perjanjian kinerja.
“Untuk Perumda tidak ada ketentuan pelantikan. Jadi setelah SK KPM diterbitkan dan perjanjian kinerja ditandatangani, itu sudah sah,” jelasnya.
Dari sisi profil, kedua tokoh ini merupakan representasi kalangan pengusaha muda di Tabanan. Arya Gunanta dikenal aktif di organisasi HIPMI, sedangkan Surya Prasetya sukses membangun bisnis olahan coklat lokal yang dikenal dengan nama Cau Coklat.
Dengan latar belakang itu, Pemkab Tabanan berharap keduanya mampu membawa napas baru bagi pengembangan usaha daerah. Baik di bidang pangan, perkebunan, hingga pariwisata seiring rencana pengembangan Perumda SS sebagai sebuah holding company.
“Rata-rata anak muda dari dunia bisnis. Ini menjadi peluang bagus karena mereka sudah memiliki naluri usaha. Tinggal memperkuat pemahaman terkait birokrasi, audit, pemeriksaan dan tata kelola yang berbeda dengan perusahaan swasta,” pungkasnya. (c/kb)

















