
TABANAN, Kilasbali.com – Kepolisian Resor (Polres) Tabanan menyiapkan tiga pos selama pengamanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Keberadaan pos tersebut akan berfungsi selama berlangsungnya Operasi Lilin Agung 2025 yang mulai digelar sejak Sabtu (20/12) sampai 2 Januari 2026 mendatang.
Dari sisi kelancaran lalu lintas, fokus utama pengamanan kali ini menyasar titik-titik kepadatan di jalur penghubung antarkabupaten dan objek wisata.
“Kami sementara bikin tiga pos. Dua pos pengamanan dan satu pos pelayanan,” jelas Kabag Ops Polres Tabanan, Kompol I Made Subadi di Tabanan, Senin (22/12).
Ia menjelaskan, satu pos pengamanan ditempatkan di objek wisata Ulundanu Beratan karena posisinya yang berada di jalur utama penghubung antarwilayah yakni Denpasar-Singaraja.
Penempatan pos pengamanan di tempat itu juga dikarenakan jalur tersebut menjadi akses utama menuju beberapa objek wisata. “Karena di sana ada beberapa objek wisata,” jelasnya.
Selain di kawasan wisata, polisi juga mendirikan pos pengamanan di Gereja Katolik Immaculata untuk memastikan kelancaran dan keamanan pelaksanaan ibadah Natal.
Sementara satu lagi yakni pos pelayanan terpusat di Pos Adipura. Pos tersebut menjadi pusat pemantauan pergerakan lalu lintas di sepanjang jalur Denpasar-Gilimanuk.
Bahkan, untuk mengantisipasi kemacetan akibat kendaraan mogok atau kecelakaan, pos pelayanan itu dilengkapi dengan satu unit mobil derek yang berstatus siaga.
Ia menambahkan, penguatan koordinasi dengan polsek-polsek di sepanjang jalur Denpasar-Gilimanuk, dari Polsek Selemadeg Barat sampai Kediri, juga akan dilakukan selama operasi.
Sesuai hasil evaluasi pengamanan Nataru sebelumnya, potensi kepadatan arus lalu lintas di kawasan Bedugul diperkirakan terjadi pada 1 dan 2 Januari 2026 atau setelah momen pergantian tahun baru.
Untuk itu, pihaknya telah skema pengalihan arus lalu lintas bila terjadi kepadatan. Pengalihan arus lalu lintas di jalur Denpasar-Singaraja akan memanfaatkan jalur alternatif.
“Melalui The Bloom Garden lewat Pacung yang tembus ke arah Patung Jagung,” sebutnya.
Sedangkan untuk antisipasi terjadinya bencana akibat cuaca ekstrem, BPBD Tabanan turut dilibatkan dalam operasi ini.
Hanya saja, karena terbatas secara personel, keterlibatan BPBD Tabanan dalam operasi pengamanan Nataru ini bersifat siaga dari kantornya. Demikian juga dengan PLN. “Mereka statusnya stand by di kantor. On call,” pungkasnya. (c/kb).

















