
TABANAN, Kilasbali.com – Jalan penghubung antara Desa Luwus dan Desa/Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, yang berada di lingkungan Banjar Poyan, Desa Luwus, Kecamatan Baturiti, longsor pada Kamis (11/12) sore.
Jalur alternatif yang kerap dilalui warga antardua wilayah tersebut longsor akibat terkikis air sungai yang mengalami peningkatan debit akibat guyuran hujan selama tiga jam nonsetop.
Tidak tanggung-tanggung, badan jalan yang longsor mencapai 15 meter dengan kedalaman kurang lebih sepuluh meter. Kejadian ini membuat badan jalan menyempit dan sekarang hanya bisa dilalui pengguna motor.
Sementara, para pedagang sayur dari Banjar Poyan atau Macun yang biasa menggunakan mobil pikap tidak diizinkan melintasi jalan tersebut agar badan jalan yang longsor tidak meluas.
Suka tidak suka, warga yang bekerja sebagai pedagang sayur mesti melalui jalur alternatif lain yang masuk wilayah Desa/Kecamatan Petang, Kabupaten Badung.
Kalau biasanya mereka menempuh perjalanan hanya lima kilometer, kini mereka harus melalui rute alternatif yang jaraknya mencapai 15 kilometer.
Perbekel Luwus, I Gede Oka Giriantara, menyebutkan bahwa jalan tersebut longsor sekitar pukul 17.30 Wita akibat gorong-gorong di bawah jalan tidak kuat menahan debit air.
Luapan air itu kemudian sedikit demi sedikit mengikis pinggiran jalan. Sehingga, sekitar pukul 17.30 Wita, hampir separuh badan jalan longsor.
“Sekarang sudah diisi pengaman. Cuma pengguna motor saja yang boleh lewat. Kalau pedagang sayur yang pakai mobil tidak diizinkan, khawatirnya nanti tambah luas (longsornya),” kata Oka pada Jumat (12/12).
Meski demikian, ia memastikan kondisi jalan tersebut tidak sampai mengakibatkan adanya warga yang terisolir. Sebab, badan jalan itu masih bisa dilalui dengan menggunakan motor.
“Warga tidak ada yang sampai terisolasi. Cuma harus memutar ke Petang kalau pakai mobil biar bisa ke jalur utama di Baturiti. Lumayan jauh memutar,” jelasnya.
Ia menyebutkan, kondisi jalan tersebut telah dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Tabanan.
“Tadi informasinya petugas dari Dinas PU sudah ke lokasi untuk memeriksa. Mudah-mudahan, bisa secapatnya ditindaklanjuti (dengan perbaikan),” sebutnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas PUPRPKP Tabanan, I Gede Partana, menyebutkan bahwa longsor di jalan penghubung Luwus dan Petang itu sudah mendapatkan perhatian pihaknya.
Pihaknya juga sudah menerjunkan tim ke lokasi untuk memantau tingkat kerusakan sekaligus memasang rambu bahaya.
“Rencana untuk pengukuran dan lain sebagainya, baru akan kami laksanakan besok. Tadi tim kami cuma memantau dan memasang rambu dulu,” sebutnya. (c/kb).

















