
TABANAN, Kilasbali.com – Potensi bencana akibat musim hujan yang sudah memasuki periodenya mulai terasa di Kabupaten Tabanan.
Setidaknya mulai Senin (3/11) siang, banjir mulai terjadi di beberapa titik. Di Kecamatan Marga misalnya.
Di sana, tepatnya di Desa Selanbawak, ada tiga rumah warga di dekat sungai tergenang air yang meluap saat hujan deras.
Tidak hanya itu, panyengker atau tembok rumah mereka yang panjangnya kurang lebih 40 meter ikut roboh lantaran tak kuat menahan luapan air.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri, mengonfirmasi terjadinya musibah itu.
Menurutnya, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.30 Wita dan disebabkan oleh air sungai yang meluap di dekat rumah ketiga warga tersebut.
“Air dari sungai meluap hingga mengenangi rumah tiga warga yakni milik Nyoman Sukerta, Wayan Kardi, dan Made Sudana,” jelas Giri.
Selain itu, sambungnya, tembok pada ketiga rumah tersebut juga roboh karena tidak kuat menahan debit air sungai yang meningkat.
“Tembok penyengker sepanjang kurang lebih 40 meter roboh akibat derasnya arus air,” imbuhnya.
Tim gabungan dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) dan Tim Reaksi Cepat (TRC) dari BPBD Tabanan segera ke lokasi kejadian untuk melakukan penanggulangan.
Upaya itu juga dibantu oleh Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Sitramtib) dari Kantor Kecamatan Marga.
“Tim langsung bergerak ke lokasi dengan membawa sarana dan prasarana yang diperlukan untuk membantu warga terdampak,” jelasnya.
Ia memastikan, tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam musibah itu. Meski demikian, dengan peralihan musim yang terjadi saat ini, pihaknya mengimbau warga untuk waspada.
Ini karena Tabanan masuk ke dalam wilayah yang memiliki potensi bencana akibat hujan dengan curah hujan tinggi dan diprediksi terjadi sampai Februari 2026 mendatang.
“Kami terus memantau kondisi cuaca dan siaga penuh menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, atau pohon tumbang,” pungkasnya. (c/kb).

















