
SINGARAJA, Kilasbali.com – Siapa yang tidak kenal sosok satu ini. Pria pemilik nama lengkap Ida Gede Komang Kresna Budi cukup familiar di mata masyarakat Kabupaten Buleleng, terlebih dalam dunia politik.
Namun, siapa sangka dibalik kesuksesannya di kancah politik, namanya sudah merakyat di Bali utara melalui warisan bisnis (usaha) yang digeluti penglingsirnya (orangtua).
“Jadikan politik itu sebagai bonus. Nah, cerdas baca peluang cuan (uang) di sektor bisnis ini yang mesti dikuasai. Kalau sudah pintar hasilkan cuan (uang), otomatis kesejahteraan keluarga kan jadi meningkat. Selama ini, kita (Golkar Buleleng) selalu welcome (terbuka) kepada siapapun, baik itu secara individual atau kelompok untuk gabung. Kita getok tularkan ilmu bisnis kepada mereka. Pilih tekuni usaha apa?Nantinya, mereka bebas, mau pilih sektor usaha pertanian, peternakan, atau berdagang (UMKM). Asalkan sungguh-sungguh, kita bakal siapkan dari sisi permodalan,” terang Kresna Budi yang kini jabat selaku Wakil Ketua DPRD Bali dari fraksi Partai Golongan Karya (Golkar).
Hobi jalan-jalan sebut Kresna Budi, menjadikannya memiliki catatan khusus ragam peluang bisnis di Buleleng. Pun, meneruskan jejak mulia penglingsir menekuni warisan usaha keluarga.
“Kebetulan, dulu itu penglingsir bisnis kecil-kecilan, namun penglingsir kami itu disebut saudagar (pengepul), bukan bos ya. Nah, selaku generasi penerus, wajib dong melanjutkan. Sejatinya, Buleleng ini sugih (kaya) Sumber Daya Alam (SDA) ditunjang Sumber Daya Manusia (SDM) dikenal ulet. Salah satu kekayaan SDA Buleleng, yakni batu paras dari Menasa, Kecamatan Sawan. Batu paras itu, memiliki corak serta warna unik. Cukup tren, banyak dipakai renovasi Puradi Buleleng. Kemudian, dari sektor usaha peternakan, khususnya babi. Jangan sebut kebutuhan babi saat rainan gumi (hari raya) semisal Galungan. Kadang, memenuhi kebutuhan sehari hari para pemilik warung makan babi guling, mereka kelabakan karena stok terbatas. Ya, peternakan babi boleh dibilang memiliki prospek cuan menggiurkan. Pokoknya, jangan muluk-muluk, harus berani mandiri dengan investasi kecil-kecilan. Tapi, jika ada yang ingin memilih ternak sapi atau kambing, atau ayam tentunya akan fasilitasi,” ungkapnya.
Kresna Budi mengaku, sudah memulai usaha peternakan babi lebih dari 5 tahun. Meski begitu, ia enggan membeberkan secara rinci aset serta omzet yang dimilikinya.
“Intinya, sebaran kandang ternak babi banyak di seputaran Buleleng. Jumlahnya, lumayan banyak. Belum bisa kalkulasi keuntungan secara rinci, karena modal serta keuntungan itu terus berputar. Kebanggaan kami, usaha peternakan ini, paling tidak bisa mengurangi angka pengangguran di Buleleng,” pungkasnya. (Ard/kb)

















