Cuaca Tak Menentu Bikin Jadwal Tanam Jagung di Desa Gadungan Terganggu

TABANAN, Kilasbali.com – Kondisi cuaca yang tidak menentu membuat jadwal tanam palawija, khususnya jagung, di Desa Gadungan, Kecamatan Selemadeg Timur, terganggu.
Tidak sedikit petani yang sudah menggarap lahannya untuk ditanami jagung usai musim tanam padi justru merugi.
Benih jagung yang sudah ditanam mati lantaran kondisi cuaca yang sedianya masuk musim kemarau justru dibarengi turunnya hujan atau diistilahkan dengan kemarau basah.
“Sudah dua bulan lalu ada (petani) yang mulai menanam (jagung). Cuma, karena cuaca, pas sudah menanam tiba-tiba hujan, jagungnya jadi mati,” tutur Perbekel Desa Gadungan, I Wayan Muliartana.
Menurutnya, beberapa petani sudah ada yang mencoba untuk menanam jagung sebanyak dua kali. Namun, untuk kedua kalinya mereka gagal.
“Ada yang di Subak Delod Desa, Subak Bantas Bale Agung di Dajan Desa, dan Subak Pupuan II. Luas tanam seluruhnya itu sekitar 125 hektar,” bebernya.
Kalau saja kondisi cuaca saat ini sesuai dengan musimnya, petani sudah siap untuk menggarap lahannya dengan tanaman jagung.
Ini karena karakteristik lahan pertanian di Desa Gadungan yakni sawah tadah hujan. Dalam setahun, petani di sana menanam satu kali padi dan satu kali palawija, khususnya jagung.
Karakteristik lahan tersebut sama seperti pada wilayah subak lainnya seperti Aseman di Desa Megati dan Tangguntiti.
“Musim kemarau basah ini bikin jelek kondisinya. Mestinya sudah kemarin, habis tanam padi, musim kering. Tapi dua bulan ini tidak menentu cuacanya,” imbuhnya.
Masih dengan asumsi yang sama, bila kondisi cuaca sesuai dengan musimnya, dengan luas tanam 125 hektar, hasil panen satu hektarnya bisa mencapai 7-8 ton jagung kering.
“Banyak sebetulnya yang sudah tanam jagung. Tapi karena kena hujan, gagal tumbuh. Akhirnya, mereka (penati) mengolah lahannya lagi untuk ditanami padi,” tukasnya. (c/kb)

















