Komisi IV Terima 26 Aduan Calon Murid Terpental dari SPMB 2025/2026

TABANAN, Kilasbali.com – Meski tahapan pendaftarannya sudah berakhir, Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB Tahun Ajaran 2025/2026 untuk jenjang SMA/SMK masih menjadi perhatian Komisi IV DPRD Tabanan.
Pasalnya, komisi yang salah satu tugasnya membidangi urusan pendidikan ini menerima 26 aduan dari calon murid yang terpental dalam proses SPMB meski telah mendaftar melalui jalur prestasi maupun domisili.
Komisi IV sendiri sudah memperkirakan adanya potensi persoalan yang ditimbulkan dalam proses SPMB di tahun ajaran ini. Khususnya, syarat melampirkan nilai rapor dari semester satu sampai lima di jenjang pendidikan sebelumnya pada jalur pendaftaran domisili.
“Kami masih berkoordinasi dengan beberapa sekolah. Sejauh ini yang baru merespon SMAN 2 Tabanan dan SMKN 1 Tabanan,” ungkap Ketua Komisi IV DPRD Tabanan, I Gusti Komang Wastana, pada Jumat (18/7).
Sesuai aduan yang diterima pihaknya, khusus di sekitar Kecamatan Tabanan saja, ada puluhan orang calon murid yang terpental dari SPMB. Di antaranya, 26 calon murid SMAN 1 Tabanan, 26 calon murid SMAN 2 Tabanan, dan sepuluh calon murid di SMKN 1 Tabanan.
“Kami coba kejar terus agar yang tercecer ini bisa ditampung. Ini baru yang di (Kecamatan) Tabanan saja. Belum yang di SMAN 1 Kediri dan SMKN 2 Tabanan di Marga,” imbuhnya.
Menurutnya, sebagian besar calon murid yang tercecer ini kebanyakan mendaftar melalui jalur prestasi. Lantaran gagal pada jalur itu, mereka mencoba peruntungan dengan mendaftar di jalur domisili.
“Tetapi, di (jalur) domisili itu ada tumpang tindih aturan,” ujarnya. Adapun tumpang tindih aturan pada jalur domisili itu mengenai syarat melampirkan nilai rapor dari semester satu sampai lima pada jenjang pendidikan sebelumnya atau SMP.
Wastana menyebutkan, pihaknya masih akan menunggu perkembangan terkait proses SPMB pada jenjang SMA/SMK ini.
“Sampai ada pengaduan lagi. Kalau sudah tidak ada, berarti mereka sudah diterima semua. Poinnya jangan sampai ada yang tercecer. Karena di Tabanan tidak ada sekolah swasta,” tukasnya. (c/kb)

















