Ini Rancangan Perubahan APBD 2025 di Gianyar

GIANYAR, Kilasbali.com – Dalam Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 20 Pendapatan Daerah direncanakan sebesar Rp 3,28 triliun.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Gianyar, Anak Agung Gede Mayun, menyampaikan Nota Keuangan Rancangan dalam Sidang paripurna bersama DPRD Gianyar, Selasa (15/7).
Dalam paparannya, jumlah nota keuangan itu terkalkulasi dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 2,025 triliun.
Struktur PAD masih didominasi oleh rencana penerimaan dari pajak daerah, dengan tetap mengupayakan intensifikasi penerimaan di luar pajak daerah seperti retribusi daerah dan hasil pengelolaan kekayaan daerah.
Sementara untuk Pendapatan Transfer dalam Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 direncanakan sebesar Rp 1,258 triliun lebih.
Angka ini mengalami peningkatan sebesar Rp 31 miliar lebih atau 2,61 persen dibandingkan Pendapatan Transfer Induk Tahun Anggaran 2025.
“Pendapatan Transfer ini bersumber dari Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat sebesar Rp 1,090 triliun lebih atau 86,64 persen dan Pendapatan Transfer Antar Daerah sebesar Rp 168 miliar lebih atau 13,36 persen,” ujar Agung Mayun.
Dalam rancangan tersebut, Belanja Daerah direncanakan sebesar Rp 4,26 triliun, yang terdiri dari Belanja Operasi sebesar Rp 2,5 triliun, Belanja Modal sebesar Rp 1,3 triliun, Belanja Tidak Terduga sebesar Rp 19 miliar, dan Belanja Transfer sebesar Rp 390 miliar.
Dalam rancangan tersebut, Pemkab Gianyar diprediksi mengalami defisit anggaran sebesar Rp 976 miliar. Hal ini terjadi karena proyeksi rencana pendapatan lebih kecil dibandingkan dengan rencana belanja untuk membiayai sektor prioritas.
“Namun defisit anggaran perubahan tahun 2025 tersebut akan ditutupi dari pembiayaan netto sebesar Rp 976 miliar lebih,” ujar Agung Mayun.
Penerimaan Pembiayaan dalam Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025, direncanakan sebesar Rp 1,1 triliun lebih, yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Tahun Sebelumnya sebesar Rp 324 miliar lebih menurun sebesar Rp 35 miliar lebih dari anggaran induk sebesar Rp 360 miliar lebih.
Dan, Penerimaan Pinjaman Daerah sebesar Rp 838 miliar. “Penerimaan Pinjaman Daerah ini akan digunakan untuk pembiayaan infrastruktur jalan, pembangunan Gedung Pusat Jantung Terpadu pada RSUD Sanjiwani, pembangunan Gedung DPRD dan pembangunan Gedung Pusat Pemerintahan Gianyar,” ujar Agung Mayun.
Pengeluaran pembiayaan dalam Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025, direncanakan sebesar Rp 185 miliar, yang digunakan untuk Penyertaan Modal Daerah sebesar Rp 110 miliar serta Pembayaran Cicilan Pokok Utang yang Jatuh Tempo sebesar Rp 75 miliar lebih. (ina/kb)

















