
TABANAN, Kilasbali.com – Angin kencang menyapu sebagian besar wilayah Kabupaten Tabanan pada Minggu (9/2) siang hingga sore.
Angin kencang disertai hujan lebat yang terjadi dari pukul 12.00 Wita itu mengakibatkan banyak pohon bertumbangan dan merusak bangunan umum maupun milik warga.
Data sementara yang terhimpun sampai dengan pukul 17.00 Wita, dampak angin kencang itu terjadi merata di beberapa wilayah di Kabupaten Tabanan.
Beberapa di antaranya kerusakan pada bangunan bale saka nem di Pura Luhur Tanah Lot yang sedang renovasi dan masuk tahap finishing.
“Roboh kena angin kencang. Sekitar jam dua siang tadi. Pas angin kencang dan hujan deras itu,” ungkap Asisten Manajer Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, I Putu Toni Wirawan saat dikonfirmasi.
Menurutnya, kerusakan itu terjadi pada bagian atap bale saka nem yang ambruk. Bangunan itu sendiri masih dalam proses renovasi dan masuk tahap finishing.
“Atapnya yang ambruk. Kalau kerugiannya, kami belum mengetahui. Besok rencananya, panitia (renovasi) dan pamangku rembug membahas itu,” jelasnya.
Selain membahas kerugian, rembug itu juga kemungkinan akan membahas soal upacara yang akan dilakukan terhadap musibah itu.
“Apakah akan dilaksanakan guru piduka atau upacara lainnya. Yang jelas, tadi kami sudah koordinasi dengan panitia dan pamangku di Luhur (Pura Luhur Tanah Lot),” imbuh Toni.
Di tempat terpisah, kerusakan juga terjadi pada rumah milik warga Banjar Dauh Pala, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan.
Di lokasi itu, rumah milik I Nyoman Sendra (59) di Jalan Rajawali, Gang 3, rusak akibat tertimpa pohon Nyantuh yang tumbang sekitar pukul 14.00 Wita.
“Pohon itu tumbuh di pinggir rumah korban,” ungkap Kapolsek Kota Tabanan, Kompol I Nyoman Sumantara, secara terpisah.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Terkecuali kerugian materi yang diperkirakan mencapai Rp 1 juta.
“Genteng dan emperan rumah korban saja yang mengalami kerusakan. Nihil korban jiwa,” tegasnya.
Bergeser ke Desa Kukuh, Kecamatan Marga. Angin kencang juga mengakibatkan pohon tumbang di akses utama menuju objek wisata Alas Kedaton.
Seperti diungkapkan Perbekel Desa Kukuh, I Made Sugianto, pohon Mahoni pada salah satu ruas jalan utama menuju Alas Kedaton tumbang.
“Tidak ada korban jiwa. Pohon itu tumbang ke lahan kosong,” ungkap Sugianto.
Menurutnya, meski tidak menimbulkan korban jiwa, pohon Mahoni yang tumbang itu mengakibatkan tepi badan jalan utama rusak akibat bagian akarnya yang tercerabut.
Ia juga memperkirakan, pohon tumbang itu juga merusak pipa distribusi air bersih pada jalur tersebut. Sebab, dari bagian tepi jalan yang terangkat itu terlihat ada pipa yang mengucur air.
Secara terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri, menyebutkan bahwa pihaknya belum bisa memastikan jumlah kerusakan akibat angin kencang sepanjang Minggu siang hingga sore ini.
“Tim kami sedang berpencar untuk melakukan penanggulangan pohon tumbang. Sampai sore ini baru ada 12 pohon tumbang yang laporannya masuk kepada kami,” pungkasnya. (c/kb).

















