Wisma Pramuka TPB Margarana Jadi Tempat Isoter

TABANAN, Kilasbali.com – Wisma Pramuka yang terletak di halaman luar Taman Pujaan Bangsa (TPB) Margarana kini dijadikan tempat isolasi terpusat (isoter) oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan.
Menyusul rencana pemanfaatan Hotel Tabanan sebagai lokasi isoter urung terealisasi. Lantaran pihak hotel yang mendadak membatalkan rencana kerja sama.
“Jadi sementara ini di Marga, di Wisma Pramuka,” jelas Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Tabanan, dr I Nyoman Susila, Minggu (6/2).
Dari segi kapasitas, dia menyebutkan, daya tampung Wisma Pramuka terdiri dari 18 ruangan yang diisi dengan dua bed.
“Jadi 36 bed. Tapi Pemprov juga bantu. Mereka ada Bapelkesmas (Balai Pelatihan Kesehatan Masyarakat). Mereka juga buka lagi (di tempat lain),” sebutnya.
Sedangkan untuk isoter di dua rumah sakit; Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tabanan dan RS Nyitdah, dimanfaatkan sebagai tempat perawatan bagi pasien positif dengan gejala sedang hingga berat.
“Artinya yang perlu penanganan medis cepat,” jelasnya.
Disinggung mengenai tingkat penyebaran Covid-19, dia tidak memungkiri dari beberapa kali pembaruan data di tingkat provinsi, Tabanan menempati urutan ketiga.
“Sampai dengan Sabtu lalu ya. Kalau yang hari ini (kemarin) belum kami ketahui,” imbuh Pelaksana Tugas atau Plt Direktur RSUD Tabanan ini.
Dia menambahkan, gencarnya tracing turut mempengaruhi temuan positif terpapar yang baru. Belum lagi karakteristik virus Corona saat ini yang kemampuan penularannya meningkat.
“Dibandingkan sebelumnya, rasio penularannya lebih banyak. Kalau dulu satu orang positif bisa menularkan ke dua orang, sekarang jadi empat orang,” sambungnya.
Meski berakibat pada meningkatnya rasio terpapar, dari sisi gejala klinis jauh lebih ringan. Peluang sampai harus dirawat di rumah sakit juga kecil.
“Tetapi yang kena tetap banyak. Dan risiko besarnya ada pada mereka yang komorbid dan lansia,” pungkasnya. (gsd/kb)

















