Kebakaran Gudang Rongsokan, Tiga Orang Nyaris Terbakar Hidup-hidup

GIANYAR, Kilasbali.com – Kebakaran hebat melanda gudang rongsokan hingga merembat ke sebuah garase mobil. Peristiwa itu menggegerkan warga Kelurahan Samplangan, Rabu (2/2) dinihari. Tiga orang yang tinggal di gudang terbut nyaris terbakar hidup-hidup.
Syukurnya, mereka berhasil menyelamatkan diri dari amukan si jago merah. Selain meratakan gudang dan garase disebelahnya, dua truk, satu mobil serta dua motor ikut menjadi tumbal.
Dari keterangan yang diterima, sekitar pukul 24.00 Wita, Syukur (53) dan istrinya Seniati pasangan pemulungan yang menghuni gudang rongsokan itu (51) hendak istirahat.
Karena sudah larut malam, mereka meminta cucunya Hera serta pacarnya bernama Untung yang masih apel, agar istirahat.
Setelah Untung pamitan, Hera yang ikut mengantar hingga di depan gudang, mencium bau bensin dekat truk rongsokan. Hera lantas memberitau Syukur dan mereka sempat memeriksa truk namun tidak menemukan sumber bau bensin tersebut. Tanpa curiga, mereka lantas masuk kamar masing-masing untuk istirahat tidur.
Tak berselang lama, Syukur yang sudah sempat tidur terusik dengan asap yang masuk ke dalam kamarnya dan mendengar suara letupan. Saat keluar kamar, sudah mendapati api menyelimuti gudang. Syukur tidak bisa berpikir lagi kecuali membangunkan istrinya dan cucunya Hera untuk menyelamatkan diri.
“Saya tidak bisa berpikir apa-apa lagi, selain menyelamat nyawa saya istri dan cucu. Untungnya kami masih bisa menerobos keluar gudang,” ungkapnya dihadapan petugas.
Atas musibah itu, Syukur lantas memberitahukan kejadian itu ke pemilik gudang, I Dewa Ketut Gede Drana Mahendra yang kemudian menghubungi petugas Pemadam Kebakaran Gianyar.
Beberapa menit kemudian, empat unit mobil Damkar tiba di TKP dan langsung menghujani gudang dengan semprotan air. Namun karena api sudah terlanjur besar dan merembet garase mobil milik Dewa Agung Gede Surya Wibawa yang posisi berdampingan.
Dengan upaya keras dengan pengisian air berulang kali, petugas Damkar akhirnya berhasil menjinakkan api dua jam kemudian. Namun banguan gudang seluas 8×12 meter serta garace 6 x 8 meter nyaris rata dengan tanah.
Tidak hanya itu, dua truck dan dua sepeda motor di dalam gudang dan sebuah mobil di garace sebelahnya juga itu terpanggang.
Demikian juga ribuan buku-buku yang disimpan di garase tersebut juga ludes jadi abu, sehingga secara meterial kerugian yang ditimbulkan atas musibah ini tidaklah sedikit. Dari perkiraaan sementara, kerugian keseluruhan mencapai satu miliar rupiah.
Kapolsek Kota Gianyar, Kompol I Gede Putu Putra Astawa, S.H, mengungkapkan, dalam peristiwa kebakaran tersebut tidak ada korban luka maupun korban jiwa. Tiga orang penghuni gudang dipastikan selamat, meski sempat terkepung api.
Hanya saja karena kebakaran tersebut terbilang besar, kerugian material yang ditimbulkan cukup besar pula. Dari pendataannya, kerugiaan materiil dari pihak korban I Dewa Ketut Gede Drana Mahendra, berupa Gudang dengan ukuran lebih kurang pxl : 8×12 meter beserta seluruh isinya.
Terdapat pula Truck Engkle Izusu, Truck Roda Enam serta dua motor yang terbakar. Sedangkan korban Dewa Agung Gede Surya Wibawa, garase mobil dengan ukuran 8×4 meter, sebuah mobil Suzuki serta buku- buku penerbit Yudistira.
Mengenai penyebab kebakaran pihaknya masaih melakukan pendalaman. Dari keterangan saksi memang ada tercium bau bensin sebelum terjadinya peristiwa kebakaran. “Kami masih melakukan pemeriksaan di TKP untuk memastikan penyebab musibah ini,” tandasnya. (ina/kb)

















