Coca-cola Komit Kembangkan Sustainability di Indonesia

JAKARTA, Kilasbali.com – Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia, salah satu perusahaan FMCG (barang konsumsi) terdepan di dunia, kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan berbagai upaya keberlanjutan (sustainability) yang berkontribusi pada kualitas produk dan memiliki peran penting terhadap kepuasan konsumen dan masyarakat umum di Indonesia.
“Coca-Cola memiliki visi “refresh the world and make difference”. Kami bersemangat dalam menghadirkan rangkaian pilihan produk minuman yang digemari oleh konsumen dan masyarakat secara luas, menciptakan bisnis yang lebih berkelanjutan, serta bermitra untuk masa depan bersama yang lebih baik bagi masyarakat, komunitas, dan planet ini. Baik di Indonesia dan di seluruh dunia, kami berkembang menjadi perusahaan minuman lengkap, yang menawarkan portofolio luas minuman dengan citarasa tinggi dalam berbagai kategori minuman ringan, air mineral, jus, susu, dan teh,” kata Triyono Prijosoesilo, Direktur Public Affairs, Communications and Sustainability, Coca Cola Indonesia, di Jaksrta, Kamis (9/12/2021).
Diperkuat dengan investasi besar pada sistem dan teknologi manufaktur yang terdepan, penerapan strategi keberlanjutan tersebut diimplementasikan secara luas pada seluruh proses lini bisnis Coca-Cola, termasuk di berbagai pabrik yang tersebar di Indonesia, salah satunya yang terletak di Bekasi, Jawa Barat, agar dapat mempersembahkan produk yang berkualitas bagi konsumen.
Seiring dengan perkembangannya, brand ini tumbuh bersama dengan aspirasi konsumen Indonesia melalui rangkaian brand minuman penuh semangat lainnya seperti Fanta, Sprite, Minute Maid, Frestea, dan beragam minuman inovatif yang kini diproduksi oleh CCEP Indonesia, sejak 10 Mei 2021.
Dalam segala hal yang dilakukan, mulai dari pemilihan bahan untuk melakukan produksi hingga mengantarkannya pada konsumen, CCEP Indonesia selalu konsisten dalam menerapkan sistem standar manajemen bermutu tinggi dalam memastikan bahwa perusahaan selalu menawarkan produk dengan kualitas terbaik kepada konsumen di Indonesia. Salah satunya melalui kelayakan produk yang disertifikasi Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) sejak tahun 1994 dan pemberdayaan potensi hasil pangan petani Indonesia melalui pemilihan bahan baku yang menggunakan teh asli Indonesia yang berkualitas.
Direktur Public Affair Communications dan Sustainability CCEP Indonesia, Lucia Karina, mengatakan, CCEP Indonesia senantiasa berkomitmen untuk membawa dampak positif bagi seluruh pihak yang terkait erat dengan bisnis yang dijalankan oleh Coca-Cola, salah satunya dengan memastikan selalu mempersembahkan rangkaian produk yang berkualitas bagi konsumen.
“Dalam mencapai hal tersebut, kami selalu mengedepankan berbagai hal yang memiliki nilai berkelanjutan tinggi, terutama pada aspek yang kami percayai memiliki peran krusial pada pengembangan kualitas produk kami, seperti komitmen kepada seluruh mitra, keterlibatan karyawan, kepuasan konsumen, serta menciptakan lingkungan yang lebih baik yang akan berdampak pada konsumen dan masyarakat umum,” tutur Lucia Karina.
Penggunaan teknologi pembotolan terkini melalui Affordable Small Sparkling Package (ASSP) yang menggabungkan berbagai bahan material untuk mengurangi penggunaan plastik hingga 40%, sejalan dengan misinya dalam mempersiapkan fasilitas daur ulang botol plastik, serta pemasangan atap panel surya di pabrik Bekasi 1, yang merupakan bagian dari komitmen dalam pengurangan jejak karbon.
Karina menambahkan, untuk memperkuat peran dalam memberikan nilai yang berkelanjutan, pihaknya melakukan berbagai upaya dalam memaksimalkan cara untuk melakukan bisnis, salah satunya melalui investasi besar pada sistem dan teknologi manufaktur canggih yang diterapkan pada proses produksi pabrik secara keseluruhan.
Edukasi mengenai kualitas produk dari rangkaian brand di bawah lisensi The Coca-Cola Company terus diterapkan salah satunya melalui kunjungan terbuka bagi masyarakat Indonesia di berbagai pabrik CCEP Indonesia yang tersebar di seluruh Indonesia, yakni di Bekasi 1, Sumedang, Semarang, Pasuruan, Bali, Medan, dan Lampung. (djo/kb)

















