
DENPASAR, Kilasbali.com – Memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia 2021, Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Bali menggelar Bincang Anti Korupsi bersama Bupati Jembrana I Nengah Tamba, di Denpasar, Kamis (9/12/2021). Dalam kesempatan itu Tamba membeberkan strategi anti korupsi.
Ketua Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Bali, Umar Ibnu Alkathab mengatakan Kabupaten Jembrana dulu dikenal sangat inovatif dan sekarang mengalami stagnasi.
“Ombudsman ingin mendengar kiat bupati membangun strategi anti korupsi di Kabupaten Jembrana,” sebutnya.
Sementara Bupati Jembrana, I Nengah Tamba mengatakan kiat menekan budaya korupsi dimulai dari hal kecil yakni absensi.
“Dulu ada yang masuk jam 9 bisa diatur ke jam 7. Sekarang saya yang pegang kuncinya. Jadi jam 7 sudah harus memberikan pelayanan yang bagus,” katanya.
Tamba menambahkan, KSN memberi kategori Baik dalam sistem meritrokasi untuk penempatan jabatan yang tepat bagi ASN.
“Orang yang punya kapasitas tepat berada dalam posisinya dan tidak ada nepotisme di SKPD,” katanya.
Sebagai bupati di jaman online, lanjut dia, masyarakat bisa menilai kinerja bupati.
“Saya membuka diri untuk itu. Tapi yang positif, jangan ada fitnah. Pekerjaan bupati selalu di upload sesuai janji masa kampanye. Kalau tidak dipublikasikan bisa dikategorikan korupsi juga,” imbuhnya.
Tamba mengatakan tim ahli juga dilibatkan dalam menilai dan mengontrol pekerjaan bupati. Tidak ada yang spesial dalam satu SKPD. Komunikasi selalu dibangun dan semua terjalin dengan baik.
Katandia, pekerjaan yang didelegasikan ke bawah dan pendekatan pelayanan juga mengurangi terjadinya kontak langsung ‘person to person’ dengan menggunakan aplikasi.
“Ke depan akan kita bangun Jembrana Satu Data, semua by online dan mengurangi pendekatan ‘face to face’. Bulan Juni 2022 diharapkan hal ini sudah bisa terwujud,” ucapnya.
Ia juga mencanangkan Tahun Emas Jembrana 2026, untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat Jembrana.
“Taraf kesejahteraan kita naikkan. Indikatornya saya menunggu jalan tol selesai. Industri akan ada. Pintu masuknya memang jalan tol. Wisatanya masuk terseraplah tenaga kerja. 6 sampai 10 juta wisatawan masuk ke Bali, 5 juta pasti masuk ke Jembrana. Kita bisa siapkan kulinernya mulai dari ikan, sayur, dan buah-buahan,” pungkasnya.(sgt/kb)

















