Edwin, Bocah Yatim di Payangan Dapatkan Ortu Asuh

GIANYAR, Kilasbali.com – Pemberitaan tentang keberadaan bocah yatim, yakni Putu Edwin Candra Nata Septiawan (4) di Banjar Peliatan, Desa Kelusa, Payangan Kabupaten Gianyar yang menjadi sasaran bantuan dari Polsek Payangan, akhirnya ditindaklanjuti Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali. Bahkan KPPAD langsung menjembatani hingga Edwin mendapatkan orang tua asuh.
Komisioner KPPAD Bali, Made Ariasa, Minggu (1/8/2021) membenarkan jika pihaknya sudah mendatangai kediaman Edwin. Pihaknya pun mengaku sudah menyiapkan langkah untuk masa depan bocah tersebut.
Disebutkan, sumbangan yang diberikan olah berbagi pihak sangat diapresiasinya, namun untuk masa depan bocah belum menjadi jaminan. Karena itu pihaknya mencoba mencarikan solusi.
Yakni dengan mencarikan orang tua asuh itu siap menanggung kebutuhan baik kehidupan mau pun pendidikan Putu Edwin.
“Calon orang tua asuh ini udah dipertemukan dengan Putu. Nanti orang inilah yang akan membantu dana kehidupan dan pendidikan bagi si Putu Edwin,” ujarnya.
Sebagimana diketahui, Putu Edwin ditinggal meninggal dunia oleh ayah dan kakeknya. Usai ayahnya meninggal, ibunya menikah lagi.
Bocah itu pun hidup sebatang kara. Dia sementara dirawat oleh bibi. Lebih lanjut, bocah 4 tahun itu telah mendapatkan tanah warisan desa.
Oleh karena itu dia sudah masuk warga adat dan tiap bulan membayar iuran ke desa, sebagai bentuk hak dan kewajiban. Namun karena masih bocah, Putu Edwin tidak ikut tedun ngayah.
Komisioner asal Desa Mas, Kecamatan Ubud itu menambahkan, nasib Putu Edwin ini perlu keterlibatan dan inisiasi semua pihak. Mulai dari pemerintah banjar, desa, kabupaten di dinas terkait.
Lantaran bocah ini bersentuhan dengan adat, Ariasa menilai perlu peran Majelis Desa Adat (MDA) Gianyar.
Ariasa yang merupakan KPPAD Bidang Pendidikan akan ikut berusaha mengupayakan pendidikan berkelanjutan terhadap anak-anak yang memiliki kondisi serupa Putu Edwin.
Pihaknya berharap, akan ada banyak orang tua asuh yang akan mau mengulurkan sebagian kecil rezekinya. Karena persoalan semacam yang dialami Putu Edwin ini juga banyak dialami oleh anak-anak lainnya di Bali.
“Masih banyak anak-anak lain yang mengalami kesulitan masa depan pendidikan. Semoga di masa pandemi covid-19 saat ini semakin meningkat semangat bergotong royong masyarakat Bali yang ekonominya masih di atas rata-rata lainnya,” harapnya. (ina/kb)

















