
GIANYAR, Kilasbali.com – Malam pangrupukan rupanya masih saja diwarnai insiden berdarah dan mencoreng pelaksanaan Hari Raya Nyepi. Hal ini terungkap dari laporan yang diterima Polsek Sukawati dengan pelapor I Komang Yudiantara seorang pemuda asal Desa Batuan, Sukawati yang mengalami luka robek di bagian kepala dan lecet disekujur tubuhnya. Terungkap Komang menjadi korban pengeroyokan sejumlah pemuda di depan rumahnya Minggu (14/3/2021) sekitar pukul 01.00 dinihari.
Ditemui, Rabu (17/3/2021) di kediamannya di Desa Batuan, Sukawati, kepala I Komang Yudiantra (26), sudah diperban untuk menutupi lukanya. Demikian pula di beberapa bagian tubuhnya. “Luka robek di kepala saya sepanjang 6,5 cm, dalamnya 0,5 cm, dan lebar luka 0,3 cm. kini mendapat delapan jaritan,” ungkapnya.
Yudi menuturkan bahwa dirinya diserang dan dikeroyok secara tiba-tba. Saat itu, dirinya sedang berada di dalam rumah ngobrol sama beberapa teman. Hingga pukul 01.00 WITA datang dua pemuda menanyakan keberadaannya. Yudi pun keluar ngecek siapa yang datang. “Awalnya saya melihat dua pemuda. Tiba-tiba datang lagi 6 orang naik motor. Tanpa basa basi langsung nyerang saya,” ujarnya.
Dalam kondisi terdesak, Yudi tetap mencoba membela diri. Di lokasi dirinya sempat mengambil kayu agar para pelaku menjauh. Namuan nyatanya, mereka semakin agresif menyerang dan merebut kayu yang dipegangnya itu. “Kayu itu bekas pokesting, sehingga masih ada pakunya. Dengan kayu itulah saya dipukul-pukul hingga ada luka robekan,” terangnya.
Lantaran kesakitan, korban pun lari ke arah utara hendak bersembunyi. Saat sembunyi, baru diketahui ada luka robek di kepala dan darah terus mengalir. Setelah sekelompok pemuda tersebut pergi, korban pulang ke rumahnya meminta pertolongan. Setelah dilarikan ke rumah sakit luka yang diderita harus mendapat 8 jaritan.
“Saya tak mengenal semua pelaku, jumlahnya ada sekitar 8 orang. Karena gelap, ada tiga orang yang saya kenal. Jajaran Polsek Sukawati saya harapkan segera meringkus para pelaku,” terangnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Sukawati IPDA Anak Agung Alit Sudharma mengatakan sudah mengatensi tindak pidana ini. Pihaknya sudah melakukan periksaan terhadap Korban dan terduga pelaku. Hanya saja, polisi belum melakukan penahanan. “Pihak keluarga juga masih mengupayakan damai,” terangnya singkat. (ina/kb)

















