
GIANYAR, Kilasbali.com – Membuka Bali Rapid Open Turnamen (BROT) 2026 di Blangsinga, Minggu (10/4) Ketua Percasi Bali I Nyoman Parta bangga atas dominasi kepesertaan pelajar.
Karena dari gempuran dunia gadget, catur menjadi salah satu filternya. Tak hanya itu, pemain catur dipastikan hidupnya lebih terencana dan berketahanan mental.
Turnamen kali ini Percasi bekerja sama dengan Krisna Oleh-oleh dan terbilang turnamen bergengsi di Bali tahun ini.
Total peserta sebanyak 416, 248 dari kalangan pelajar tingkat SD, SMP, SMA dan 168 dari peserta umum.
Menariknya, selain pecatur dari empat negara, Indonesia hadir 10 provinsi, Inggris, Rusia, Ukraina.
Dari tingkat Pemula, Menengah, Ahli, Master hingga Grandmaster. Puluhan atlet catur nasional tidak mau ketinggalan.
Nyoman Parta menyebutkan, Catur itu unik dan tidak hanya sekedar olah raga. Namun juga menjadi media pengasah mental dan struktur cara berpikir, kontrol emosi dan menjalani langkah di dunia.
Khususnya bagi kalangan pelajar dan anak muda dalam membentengi diri dari pengaruh gadget.
Karena aktivitas ini mengalihkan perhatian dari dunia digital ke interaksi sosial dan stimulasi kognitif.
“Bermain catur secara rutin, terutama catur konvensional (menggunakan papan fisik), dapat membantu pemain, khususnya anak-anak, untuk mengurangi ketergantungan pada gadget dan menurunkan screen time,” ujar anggota DPR RI asal Guwang ini.
Jenjang permainan catur ini juga memiliki tingkatan yang jelas dan mendunia. Hal demikian peserta yang kini mungkin baru pemula berpotensi menjadi Grandmaster ke depannya.
“Saya yakin dari anima masyarakat yang tinggi ini, akan melahirkan atlit-atlit catur berprestasi,” yakinnya.
Kembali ke tingkatan hidup, baginya hidup seorang pecatur cenderung lebih tenang dna tahan mental. Karena cenderung mempertimbangkan setiap langkah sebelum bertindak.
Belajar menerima kekalahan sebagai bagian dari proses belajar, bukan sebagai akhir segalanya.
Selain itu, terbiasa menganalisis risiko dan memprediksi konsekuensi dari suatu tindakan, yang membuat mereka lebih bijaksana dan tidak reaktif terhadap masalah kehidupan.
“Prinsip dasar permainan catur mengedepankan logika di atas emosi. Sehingga terbiasa mengelola stres dengan lebih baik. Ini sangat penting menjawab fenomena aksi bunuh diri di Bali,” pungkasnya. (Ina/kb)

















