Trah Sri Arya Sentong Gelar Pertemuan Terbesar di Puri Kukuh Tabanan

TABANAN, Kilasbali.com – Untuk mempererat tali persaudaraan, keluarga besar Trah Sri Arya Sentong dari lima Puri di Bali menggelar pertemuan di Puri Kukuh, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan, Sabtu (24/8/2019) malam.
Dalam pertemuan tersebut tampak dihadiri para penglingsir masing-masing puri. Untuk Puri Carangsari dihadiri oleh Anak Agung Ngurah Bagus Suarmandala, Puri Belayu, I Gusti Ngurah Gede Wijaya, Puri Perean, I Gusti Ngurah Oka Sparsa, Puri Marga, I Gusti Ngurah Bagus Darma Putra dan Puri Kukuh, I Gusti Ngurah Putra.
Usai pertemuan pertemuan, Penglingsir Puri Carangsari, Anak Agung Ngurah Bagus Suarmandala mengungkapkan, pertemuan besar yang bisa dihadiri oleh lima puri dari pewaris Trah Sira Arya Sentong ini merupakan gagasan dari Puri Kukuh untuk menyatukan kembali pewaris Trah Sri Arya Sentong dari Puri seluruh Bali.
“Pertemuan ini bertujuan untuk meraketkan persaudaraan dari Trah Sri Arya Sentong di Bali. Ini inisiatif dari Puri Kukuh, karena Puri Kukuh yang mengukuhkan leluhur, ini inisiatif Puri Kukuh untuk menyatukan lagi Puri-puri Trah Sri Arya Sentong,” ungkapnya.
Menurut Anak Agung Ngurah Bagus Suarmandala, saat ini ada pihak yang mengatasnamakan keturunan dari Arya Sentong membuat sebuah paiketan atau perkumpulan, namun mereka bukan trah dari lima puri di atas.
Untuk itu dalam pertemuan besar antara Puri-puri pewaris Trah Sri Arya Sentong mengambil sikap, yaitu tidak melarang mereka untuk membuat sebuah paiketan atau perkumpulan, tapi pihak Puri-puri pewaris dari Trah Arya Sentong tidak menyetujui paiketan tersebut mengatasnamakan Trah Sri Arya Sentong. Tetapi kalau mereka mau membuat paiketan jangan memakai nama Arya Sentong.
“Terkait Paiketan Arya sentong di luar puri, kami tidak menyetujui tapi tidak melarang, karena negara memberikan kebebasan untuk berserikat dan berkumpul. Tapi kalau ada paiketan dari puri kita akan setujui, kalau yang diluar tidak kami setujui. Kalau mereka mau buat paiketan silahkan tapi namanya harus dirubah jangan pakai nama Arya Sentong dan puri sepakat tidak ikut campur terkait paikan tersebut,” jelasnya.
Lebih lanjut menambahkan, pertemuan ini juga membahas masalah sesembahan, merajan, dan terkait sesembahan di kahyangan jagat, karena semua puri-puri pewaris Trah Sri Arya Sentong merupakan penganceng beberapa Pura Kahyangan Jagat di Bali. Pada pertemuan besar tersebut juga dibentuk sebuah paiketan antara keluarga Puri-puri pewaris Trah Sri Arya Sentong di Bali.
“Untuk merekatkan antara pewaris Trah Arya Sentong kami juga membuat paiketan dan hari sudah terbentuk yang namanya Paiketan Pewaris Ida Bhatara Leluhur Sri Arya Sentong,” pungkasnya. (*KB)

















