
TABANAN, Kilasbali.com – Pencarian korban tenggelam di Pantai Petangahan Surabrata membuahkan hasil. Salah satu korban, Made Mei Artana ditemukan oleh petugas. Jasad korban ditemukan sekitar 500 meter di tengah laut arah tenggara dari bibir pantai awal korban tenggelam.
Kapolsek Selemadeg AKP I Wyana Sugita saat dikonfirmasi membenarkan petemuan jasad korban. Menurutnya, korban ditemukan sekitar pukul 12.35 WITA, Jumat (3/5/2019). “Korban ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Selanjutnya, korban dievakuasi ke pinggir pantai oleh rekan dari Basarnas dan anggota Polairud Polres Tabanan,” jelasnya.
Lebih lanjut mengatakan, jasad korban ke Puskesmas Selemadeg Barat untuk penanganan lebih lanjut. Sementara untuk korban sang ayah, Made Gunarta hingga berita ini diturunkan, masih dilakukan proses pencarian. “Kami terus berupaya mencari keberadaan korban satu lagi,” tandasnya.
Sementara itu menurut Kasi Logistik dan Kedaruratan BPBD Tabanan, I Putu Trisna Widiatmika, mengatakan, petugas saat ini terus melakukan pencarian satu korban lagi. Dimana menurutnya perkembangan terakhir petugas mendapat info ada benda mencurigakan di tengah laut dekat dengan TKP. Dimana saat ini Tim Basarnas sedang mencari benda mencurigakan tersebut. “Untuk perkembangan terakhir BASARNAS melakukan penyisiran di dalam laut menggunakan rubber boat, dimana Info di TKP ada benda mencurigakan di tengah laut deket TKP, TIM BASARNAS saat ini sedang mencari benda yg mencurigakan tersebut,” jelasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, tiga orang terseret ombak saat mandi di pinggir pantai. Mereka adalah I Made Gunarta (40) asal Banjar Daren, Desa Lalanglinggah, I Made Mei Artana bocah kelas 6 SDN 1 Lalanglinggah yang merupakan anak dari korban Gunarta, dan I Kadek Jogani Lutra (9).
Dari penuturan saksi, Kejadian tersebut berawal saat ketiga korban ini mandi di pinggir pantai sekitar pukul 17.00 WITA, Kamis (2/5/2019). Saat lagi asyik mandi, tiba-tiba datang ombak besar dan menggulung mereka ke tengah laut.
Kejadian tersebut pun dilihat saksi I Ketut Gunadiasa dan I Wayan Guna Wijaya, yang saat itu memasang jaring (jala) ikan di pantai ini. Melihat kejadian itu, mereka pun berusaha menolong ke tiga korban. Namun sayang, akibat kerasnya arus pantai selatan, dua saksi ini juga ikut terseret. Untungnya, mereka berhasil menyelamatkan diri dan menyelamatkan salah satu korban, yakni Kadek Jogani, dan langsung dibawa ke bibir pantai.
Sedangkan Gunarta dan anaknya Artana tidak bisa diselamatkan, dan belum ditemukan hingga berita ini diturunkan. “Mereka saya lihat mandi memang sudah agak di pinggir, tapi tiba-tiba datang ombak besar dan menyeret mereka ke tengah laut,” tuturnya. (tim/kb)

















