
NEGARA, Kilasbali.com – Tujuh orang pengangon (pengembala, red) bebek asal Banjar Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo akhirnya melaporkan oknum calo tenaga kerja ke Afrika Selatan, IB MA ke Polsek Mendoyo, Selasa (21/5/2019).
Warga tersebut mengaku telah ditipu oleh oknum calo tersebut. Di mana oknum tersebut juga meminta sejumlah uang untuk biaya perjalanan, hingga berulangkali. Sayangnya, kendatipun sudah menyetorkan uang, para warga juga belum diberangkatkan.
Warga menuturkan, telah berulangkali menemui oknum calo untuk menyelesaikan secara kekeluargaan, termasuk agar uang mereka dikembalikan. Namun hingga saat ini tidak ada niat baik dari oknum tersebut.
Salah seorang korban, Gede Yasa mengaku telah memberi kesempatan hingga sepekan untuk pengembalian uang.
“Kami tujuh orang sudah tidak bisa bersabar lagi makanya kami datang ke Polsek untuk melapor secara resmi,” ujarnya seraya mengatakan, para korban diming-imingi gaji Rp10 perbulan sebagai kuli bangunan.
Menurutnya, dari Banjar Tembles, Desa Penyaringan sendiri ada 13 orang korban yang telah menyerahkan uang kepada IB MA lengkap dengan bukti kwitansi. Namun enam korban lainnya masih bersabar menunggu diberangkatkan.
“Kami per orang diminta membayar Rp 5 juta. Karena murah dan dijanjikan gaji besar kami tertarik. Kami kemudian cari pinjaman untuk biaya keberangkatan, berharap nasib kami berubah setelah bekerja di luar negeri,” tuturnya.
Beberapa bulan berselang setelah pembayaran biaya perjalanan tersebut, para korban kembali dimintai dana oleh IB MA masing-masing Rp 1.250.000 untuk pembayaran paspor dan PJTKI. Namun menurut mereka paspor yang diterima adalah paspor wisata.
“Setelah itu kami diminta menunggu keberangkatan. Sampai sekarang tidak diberangkatkan juga. Akhirnya kami curiga kami ditipu, makanya kami lapor ke sini,” tandasnya. (gus/kb)

















