
TABANAN, Kilasbali.com – Empat bangunan di Pura Luhur Pucak Tinggah, Baturiti, Tabanan, hancur usai diterjang angin kencang secara tiba-tiba pada Kamis (5/3) siang.
Peristiwa yang disaksikan langsung oleh para pekerja proyek tersebut mengakibatkan kerugian materi yang ditaksir mencapai Rp 1,5 miliar.
Insiden robohnya bangunan suci di Banjar Angseri ini mengejutkan warga karena konstruksi pura sebenarnya dinilai masih sangat kokoh.
Meski tidak ada korban jiwa, terjangan angin yang sangat kuat membuat material bangunan permanen tersebut tidak mampu bertahan hingga rata dengan tanah.
Perbekel Desa Angseri, I Nyoman Warnata, menyebut bangunan yang roboh rata-rata baru berusia 12 tahun dan masih dalam kondisi sangat layak.
Namun, embusan angin yang datang mendadak membuat struktur atap sirap bambu dan puluhan pilar bangunan di area pura itu ambruk.
“Bangunan di pura ini sebenarnya masih kuat dan usianya sekitar 12 tahun. Namun karena angin kencang, beberapa bangunan akhirnya roboh,” ujar Warnata pada Jumat (6/3).
Warnata mengungkapkan hal itu saat mendampingi tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan melakukan verifikasi terhadap kerusakan akibat angin kencang itu.
Adapun bangunan yang dilaporkan hancur meliputi Bale Paruman berukuran 18×7 meter dengan 24 pilar, Bale Murdamanik, Lumbung Kelingking, hingga Pelinggih Penegtegan Merta.
Pihak desa kini tengah mematangkan rencana pemulihan fisik serta ritual keagamaan pasca-bencana tersebut.
“Upacara pasti akan dilaksanakan, namun kapan waktunya dan seperti apa bentuk upacaranya masih akan kami koordinasikan dengan pengelingsir dan masyarakat,” imbuh Warnata.
Di sisi lain, Kasi Humas Polres Tabanan, AKP I Gusti Made Berata, menjelaskan bahwa angin kencang menerjang saat para buruh bangunan baru saja selesai beristirahat makan siang.
Personel Polsek Baturiti pun telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) serta pendataan detail.
“Petugas sudah melakukan identifikasi, dokumentasi, serta meminta keterangan para saksi. Situasi di lokasi tetap aman dan kondusif,” pungkas Berata. (c/kb).

















