
TABANAN, Kilasbali.com – Seorang ibu dan balita di Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, Kecamatan Marga hanyut terseret arus sungai yang meluap pada Rabu (21/1) dini hari.
Adalah Yuliana Makonda Costa (24) dan Audri Banafanu (2,5) yang menjadi ibu dan balita yang menjadi korban dalam peristiwa nahas tersebut.
Sementara itu, suami Yuliana yakni Semiranus Banafanu (33) mengalami patah pada kaki kanannya saat berusaha mengajak keluarganya menyelamatkan diri.
Saat ini, Semiranus yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) itu mesti dirujuk ke RSUD Tabanan untuk mendapatkan penanganan medis.
Sementara Yuliana dan Audri masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan yang melibatkan tim SAR, BPBD, Polres, dan Kodim 1619/Tabanan.
Selain Semiranus dan keluarganya, musibah ini juga menimpa keluarga I Wayan Sudarma yang rumahnya berada di seberang rumah kontrakan Semiranus dan dibatasi aliran sungai.
Bahkan separuh bangunan rumah Sudarma yang masuk lingkungan Perumahan Graha Asri II amblas bersama perabotan yang ada di dalamnya.
Belum diketahui dengan pasti kondisi Sudarma sekeluarga. Menurut informasi, Sudarma dan keluarganya dalam keadaan selamat hanya saja dibawa ke RSUD Mangusada.
Peristiwa tragis itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 03.00 Wita. Berawal dari amblasnya rumah Sudarma yang persis di pinggir kali.
Bagian bangunan rumah Sudarma menimpa tembok rumah kontrakan Semiranus yang ada di seberangnya hingga jebol.
Reruntuhan bangunan Sudarma itu praktis menutup aliran sungai. Sehingga, airnya masuk ke dalam kamar Semiranus sekeluarga.
“Mereka (Semiranus sekeluarga) sedang tidur. Mereka terbangun karena dengar bunyi tembok yang jebol,” jelas kerabat Semiranus, Marsel Suan (35).
Saat mereka terbangun, sambung Marsel, aliran air sungai sudah tersumbat dan masuk ke dalam kamar yang semula menjadi tempat tidur Semiranus sekeluarga.
Saat terjaga, Semiranus yang juga tinggal bersama dua saudaranya sudah mendapati rumah kontrakan mereka tergenang air yang tingginya sepertiga kaki orang dewasa.
Karena itu, mereka menyelamatkan diri menuju kandang babi yang ada di belakang rumah kontrakan tersebut
“Mereka diajak bapaknya (menyelamatkan diri). Tapi karena jatuh, ada lubang yang tidak kelihatan karena tertutup air di situ, kakinya patah. Tidak bisa bangun,” imbuh Marsel.
Putri pertama Semiranus dan Yuliana yakni Talya dalam keadaan selamat saat menyelamatkan diri ke kandang babi di belakang rumah mereka.
Talya selamat setelah tangannya ditarik oleh tantenya yang lebih awal sampai di kandang babi tempat mereka mengungsi.
Sementara Yuliana Makonda Costa (24) dan Audri juga ikut terjatuh dan hanyut terbawa arus kali. Terlebih saat itu kondisi di dekat kandang babi gelap gulita.
“Ada enam orang yang tinggal di sini, termasuk ibu dari tuan rumah yang sudah renta, tapi
beliau selamat. Yang dua ini (Yuliana dan Audri) hilang” pungkas Marsel.
Saksi lainnya, Ketut Joni Widiarsana (40) yang tinggal di Perumahan Graha Asri II menyebutkan bahwa saat terjaga mereka sudah mendapati separuh bangunan rumah Sudarma amblas.
“Kejadian sekitar jam tiga pagi. Itu karena istri saya teriak-teriak minta tolong. Saat saya bangun para tetangga sudah ramai di sini,” kata Joni yang rumahnya bersebelahan dengan Sudarma.
Ia memperkirakan, Sudarma dan istrinya tidur di ruang tamu dan kedua anaknya yang berusia sekitar 20 dan 18 tahun tidur di kamar masing-masing.
“(Kami) sudah lihat rumahnya amblas dan beberapa tetangga berusaha buka pintu gerbang. Sebab, pintu gerbangnya dalam keadaan terkunci,” sebut Joni.
Ia melihat Sudarma dan istrinya jatuh bersama separuh bangunan yang amblas bersama perabotan rumah akibat senderannya yang tergerus.
“Kemudian mereka diselamatkan kedua anaknya. Sekarang sepertinya dibawa ke rumah sakit Kapal (RSUD Mangusada). Kalau patah, saya kurang tahu. Yang saya lihat baret-baret. Mungkin tetap perlu diperiksa juga,” pungkasnya.
Sementara itu, proses pencarian terhadap Yuliana dan Audri terus dilakukan tim gabungan yang melibatkan tim SAR, BPBD, Polres, dan Kodim 1619/Tabanan.
Proses pencarian dilakukan dengan menyusuri aliran sungai yang merupakan saluran irigasi Subak Kuwum Ancak tersebut.
Sampai dengan pukul 14.00 Wita, radius pencarian diperpanjang hingga sekitar satu kilometer dari titik jatuh Yuliana dan Audri. (c/kb).

















