62 Sekolah Rusak di Tabanan Akan Diperbaiki Sepanjang 2026

TABANAN, Kilasbali.com – Sebanyak 62 gedung sekolah yang rusak di Kabupaten Tabanan akan mendapatkan bantuan perbaikan dari pemerintah pusat sepanjang tahun anggaran 2026.
Kabar baik ini terungkap usai Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, memantau kondisi bangunan SDN 3 Abiantuwung di Kecamatan Kediri yang rusak belum lama ini.
Dalam keterangannya pada Jumat (16/1), Dirga mengonfirmasi bahwa kegiatannya ke SDN 3 Abiantuwung itu untuk meninjau tingkat kerusakan bangunan.
“Kalau saya lihat, atapnya banyak rusak,” ujar Dirga seraya menyebutkan bahwa kerusakan itu akibat kondisi bagian kap bangunan banyak yang lapuk.
Ia menyebutkan bahwa SDN 3 Abiantuwung merupakan salah satu sekolah yang ditinjau tingkat kerusakannya. Di luar itu, masih ada beberapa sekolah lainnya yang mengalami kondisi serupa.
Menurutnya, perbaikan terhadap bangunan-bangunan sekolah yang rusak itu sedang diupayakan melalui anggaran pemerintah pusat.
Ini karena, anggaran daerah atau ABPB di tingkat kabupaten hanya sanggup membiayai perbaikan sekitar lima gedung sekolah.
Namun, melalui upaya koordinasi ke pemerintah pusat, jumlah sekolah yang akan menerima bantuan perbaikan bisa dimaksimalkan. Termasuk sejumlah gedung SMP.
“Sekarang Astungkara kurang lebih 62 sekolah akan dibantu (perbaikannya). Nanti ada beberapa SMP juga,” imbuhnya.
Sejatinya, sambung Dirga, ada 90 bangunan sekolah yang diusulkan untuk menerima bantuan perbaikan.
Namun, setelah melalui proses verifikasi, sekitar 62 sekolah yang dinyatakan memenuhi syarat untuk menerima bantuan perbaikan.
Meski di bawah usulan, perjuangan untuk memperoleh bantuan biaya perbaikan sekolah itu sudah termasuk sinyal positif.
“Sebetulnya ada 90 sekolah yang diusulkan, tapi setelah melalui verifikasi sesuai aturan di pusat, mana yang memenuhi (syarat dibantu) mana yang tidak, dapatlah sementara 62 sekolah,” jelasnya.
Dan, kata Dirga, SDN 3 Abiantuwung merupakan salah satu di antara sekolah rusak yang akan menjadi calon penerima bantuan.
“Di SDN 3 Abiantuwung, atapnya sudah jebol. Sudah berkali-kali diperbaiki dan sekarang tukangnya tidak berani memperbaiki karena semua bagian kapnya lapuk,” pungkasnya.
Ia menyebutkan, jika mengacu pada rencana, perbaikan terhadap 62 sekolah yang rusak itu akan dilakukan sepanjang tahun anggaran 2026 ini. (c/kb)

















