
TABANAN, Kilasbali.com – Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Arnawa, menyebutkan skema pengelolaan objek wisata Tanah Lot olah Perusahaan Umum Daerah Sanjayaning Singasana (Perumda SS) masih dalam tahap usulan dan perlu dikaji lebih mendalam.
Karena itu, pihaknya juga tidak ingin gegabah dalam merespon usulan skema pengelolaan tersebut dalam bentuk sikap lembaga.
Pernyataan ini disampaikan Arnawa usai rapat paripurna pada Kamis (27/11) saat disinggung rencana pengelolaan Tanah Lot di bawah Perumda SS.
Menurut Arnawa, konsep yang ditawarkan eksekutif melalui skema pengelolaan di bawah perumda secara prinsip dimungkinkan.
Namun, ia kembali menegaskan bahwa lembaganya perlu berhati-hati untuk menentukan sikap terkait usulan tersebut.
Dari konsep yang ditawarkan itu, oleh eksekutif, segala kemungkinan itu terjadi. Namun ini kan baru kita rapat awal. Kami pun belum bisa dan belum sempat berkoordinasi dengan para pihak,” ujar Arnawa.
Ia menekankan pentingnya sinkronisasi dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan pengempon (pengelola) pura di Tanah Lot.
“Kami masih mengkaji, nanti akan kami memberikan informasi ketika kami sudah melakukan pendekatan-pendekatan, persuasi, rapat-rapat selanjutnya,” katanya.
Seraya menambahkan kita baru sebatas merancang, jadi perlu kita sinkronkan dengan para pihak semua. (c/kb).

















