Polsek Baturiti Ringkus Maling Spesialis Sekolahan Lintas Kabupaten di Bali

TABANAN, Kilasbali.com – Kepolisian Sektor (Polsek) Baturiti meringkus maling spesialis sekolahan lintas kabupaten di Bali.
Maling berinisial J (22) asal Jawa Barat ini setidaknya sudah berhasil membobol sepuluh sekolah.
Bahkan saking spesialisnya, untuk melancarkan aksi pencurian, J sampai survei terlebih dulu dengan modal aplikasi Google Map.
Sekolah yang akan jadi sasarannya adalah berlokasi jauh dari pemukiman dan minim penerangan.
Dalam aksinya itu, J akan membawa kabur barang-barang elektronik inventaris sekolah yang dibobolnya.
Barang yang paling sering dibawanya kabur adalah laptop. Komputer jinjing itu akan ia jual dengan harga miring dan tidak realistis secara online dan dikirim lewat jasa ekspedisi.
Dalam keterangan pers pada Kamis (6/11), Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati, menjelaskan bahwa J merupakan residivis kasus pencurian di daerah asalnya.
Di Jawa Barat, yang menjadi daerah asalnya, J dibui delapan bulan karena mencuri peralatan otomotif.
“Pelaku (J) sudah dua tahun di Bali. Sempat kerja, tetapi berhenti. Sekarang melakukan perbuatan kriminal lagi,” jelas Bayu.
Di Bali, J setidaknya sudah membobol sepuluh sekolah. Ini sesuai dengan pengakuan J kepada penyidik setelah tertangkap.
J paling banyak beraksi di wilayah Kabupaten Tabanan. Ada enam sekolah yang berhasil ia bobol. Sisanya, dua sekolah di Kabupaten Gianyar dan dua sekolah lagi di Kabupaten Bangli.
Namun, pengakuan J ini masih ditelisik lebih jauh oleh Polisi. “Kami masih mendalami keterangannya lagi,” imbuh Bayu.
Akibat perbuatan J tersebut, setidaknya sepuluh sekolah yang dibobolnya itu mengalami kerugian secara keseluruhan sebesar Rp 100 juta.
Aksi J yang khusus membobol sekolahan itu harus terhenti setelah petugas Polsek Baturiti menangani kasus pencurian di SMPN 5 Baturiti pada 29 Oktober 2025 lalu.
“Guru pada saat itu melihat ruang tata usaha dan kepala sekolah sudah acak-acakan dan lima belas laptop dan satu unit sound sistem hilang,” jelas Kapolsek Baturiti, Kompol I Komang Agus Sudarsana.
Singkat cerita, Polisi setempat melakukan identifikasi dan olah TKP atau tempat kejadian perkara.
Selain mengumpulkan keterangan saksi-saksi, Polisi juga menelusuri barang-barang elektronik sekolah yang hilang tersebut di marketplace.
Dari hasil penelusuran di marketplace itulah, Polisi kemudian melacak keberadaan J yang terdeteksi tinggal di sebuah rumah kos di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.
“Kami amankan pelaku di kosannya. Di wilayah Abianbase, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung pada 29 Oktober malam sekitar pukul 21.00 wita,” jelasnya.
Selain laptop, J rupanya juga membawa kabur barang elektronik lain seperti printer hingga mesin penanak nasi. Bahkan, alat olahraga seperti bola voli, turut diembatnya.
“Pelaku mencuri ini dengan cara mencongkel jendela dan pintu sekolah menggunakan obeng,” imbuh Agus.
Selain itu, J juga menentukan sekolah yang menjadi target sasarannya dengan melakukan pemetaan menggunakan aplikasi Google Map.
“Hasil curiannya dijual secara murah. Seperti laptop dijual seharga Rp 200 ribu,” ungkap Agus seraya menyebutkan bahwa J mengaku nekat melakukan aksinya itu karena motif ekonomi.
Selain kini mendekam di ruang tahanan Polsek Baturiti, J juga diancam dengan ketentuan pidana Pasal 363 KUHP tentang pencurian. (c/kb)

















