
TABANAN, Kilasbali.com – Gerakan memasyarakatkan makan ikan atau Gemarikan terus dikampanyekan Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Tabanan sejak Mei 2025 lalu.
Sampai dengan Oktober 2025, program yang merupakan tindak lanjut dari Gerakan Makan Ikan (GMI) 2025 ini sudah menyasar 2.500 anak pada berbagai wilayah di Tabanan.
DPK Tabanan mencatat, sampai 31 Oktober 2025, kegiatan ini sudah terlaksana di 20 lokasi dengan sasaran ana-anak peserta kelompok belajar, PAUD, TK, dan SD.
Tidak hanya itu, program ini juga menyasar anak-anak dengan risiko stunting. Sehingga, total sasaran selama enam bulan pelaksanaan Gemarikan 2025 sebanyak 2.591 anak.
Jumlah itu diperkirakan masih akan terus bertambah karena Gemarikan akan berlanjut hingga Desember 2025.
Target paket makanan olahan ikan bergizi yang hendak disebar selama kegiatan ini totalnya 3.100 paket.
Setiap paket berisi aneka olahan ikan seperti nugget ikan, bakso ikan, pepes ikan, otak-otak, hingga lauk pauk dari ikan segar, yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak.
Selain itu, kegiatan juga melibatkan guru, orang tua, dan tim pendamping yang turut diberikan edukasi mengenai pentingnya konsumsi ikan bagi tumbuh kembang dan kecerdasan anak.
Kepala DPK Tabanan, I Made Yudiana, menjelaskan bahwa pihaknya akan terus mengampanyekan Gemarikan agar bisa dirasakan secara merata oleh masyarakat.
“Kegiatan ini juga untuk mendukung penurunan angka stunting, serta memperkuat ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal di Kabupaten Tabanan,” jelas Yudiana.
Saat ini, sambungnya, masih tersisa 500 lebih paket yang akan segera didistribusikan pada November hingga Desember mendatang.
Selain sebagai tugas pokok DPK, Gemarikan juga bertujuan untuk mendorong peningkatan konsumsi ikan di tengah masyarakat.
“Sekaligus mendukung program perbaikan gizi anak melalui sumber protein hewani yang bergizi tinggi dan mudah dijangkau,” katanya. (c/kb).

















