
TABANAN, Kilasbali.com – Kebakaran terjadi pada satu toko plastik di lingkungan Banjar Panti, Desa Pandak Gede, Kecamatan Kediri, pada Minggu (26/10) malam.
Toko plastik atau lebih tepatnya ruko berlantai tiga itu kebakaran sekitar pukul 20.00 Wita. Informasinya, api berkobar begitu jelas di lantai dua.
Bahkan, insiden itu hampir saja membuat satu karyawan yang juga saksi dalam peristiwa ini, Maria Febriyana Leuf (19) menjadi korban.
Sebab, saat api berkobar, ia sedang tidur di kamarnya yang ada pada lantai dua dari ruko tersebut.
Berkat bantuan warga sekitar yang menggedor-gedor pintu ruko, Maria terjaga dari tidurnya sehingga berhasil keluar dari ruko.
Usai kejadian, Maria diangkut ke Rumah Sakit Singasana untuk mendapatkan pertolongan medis. Meski tidak mengalami luka serius, ia masih syok dengan kejadian itu.
Ini karena saat terjaga dari tidurnya, ia melihat api sudah menjalar di kamarnya disertai kepulan asap.
Kapolsek Kediri, Kompol I Nyoman Sukadana, mengonfirmasi adanya kebakaran itu. Ia juga mengungkapkan Maria yang menjadi karyawan di toko plastik itu masih syok.
“Saksi atas nama Maria Febriyana Leuf sangat syok sehingga dilarikan ke Rumah Sakit Singasana untuk mendapatkan perawatan,” kata Sukadana pada Senin (27/10).
Terlepas dari itu, ia memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Terkecuali kerugian materi yang diperkirakan mencapai Rp 200 juta.
Berdasarkan pemeriksaan awal dan identifikasi, kebakaran itu diduga akibat korsleting listrik. “Dugaan sementara karena korsleting listrik,” imbuh Sukadana.
Ia menjelaskan, kebakaran itu diketahui oleh salah seorang warga yang kebetulan melintas. Warga yang juga saksi dalam peristiwa ini menyebut kebakaran itu terjadi secara tiba-tiba.
Setelah dipastikan, rupanya kebakaran itu terjadi pada ruko lantai tiga, tepatnya toko plastik Anggun.
Dengan cepat, informasi mengenai kebakaran itu sampai ke warga lainnya, termasuk Kepala Wilayah atau Kawil Banjar Panti yang segera menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Di saat yang sama, beberapa warga menggedor pintu toko untuk membangunkan Maria, karyawan toko yang sedang tidur di lantai dua.
Saat berhasil mendobrak pintu dan masuk ke dalam toko, warga sudah melihat adanya kepulan asap dan kobaran api.
Demikian juga dengan Maria yang tadinya tertidur dan akhirnya terjaga berhasil dievakuasi keluar dari tempat kerjanya yang sudah kebakaran itu.
Ada dua unit mobil pemadam yang berusaha menanggulangi kobaran api dalam peristiwa kebakaran ini.
Dengan dibantu warga setempat, proses pemadaman baru tuntas sekitar tiga jam kemudian. Ini dikarenakan kebakaran terjadi pada lantai dua.
Sementara lantai satu dan tiga yang menjadi tempat sembahyang dalam keadaan aman dan tidak terjangkau api.
Baik pemilik ruko, Anak Agung Putu Ariasa (69), maupun pemilik toko, I Gusti Nyoman Suasada, memutuskan tidak melaporkan kejadian ini untuk pemeriksaan lebih lanjut dan menerimanya sebagai musibah.
“Saat ini pemilik toko masih menjaga saksi atas nama Maria di Rumah Sakit Singasana yang keadaannya masih syok,” imbuh Sukadana. (c/kb)

















