
TABANAN, Kilasbali.com – Petugas Polsek Kediri sedang memburu pelaku penganiayaan terhadap seorang warga di Banjar Sinjuana, Desa Beraban, yang terjadi pada Senin (29/9) pagi.
Dari keterangan sementara yang diperoleh, pelaku yang saat ini kabur memukul korbannya yang bernama I Made Budi Artha (48) dengan menggunakan punggung kapak.
Akibat pukulan itu, korban mengalami luka robek dan cidera di bagian kepalanya hingga harus dirujuk dari RS Singasana ke RSUD Tabanan untuk menjalani CT Scan.
“Detil lukanya kami belum mengetahui. Yang jelas korban menjalani CT Scan di RSUD Tabanan,” jelas Kapolsek Kediri, Kompol I Nyoman Sukadana, pada Selasa (30/9).
Mengenai kronologis kejadian, penganiayaan itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 10.00 Wita di rumah korban yang berada di lingkungan Banjar Sinjuana.
Pelaku sendiri diketahui berasal dari Buleleng namun tinggal di Banjar Batan Buah Kaja yang masih berada di wilayah Desa Beraban.
“Kejadian tersebut diawali ketika pelaku datang ke rumah korban untuk meminjam uang,” beber Sukadana.
Singkat cerita, korban menyanggupi pinjaman yang nilainya Rp 5 juta tersebut dengan syarat motor milik pelaku menjadi jaminannya.
Saat korban hendak menuju motor yang dijadikan jaminan, pelaku memukulnya dengan punggung kapak dari belakang.
Pukulan yang diperkirakan sebanyak tiga kali itu mendarat di bagian kepala belakang korban. Pukulan itu juga meninggalkan bekas luka robek.
Dalam keadaan diserang secara mendadak, korban dengan keadaan pusing lari keluar rumah untuk minta pertolongan.
Korban kemudian mendapatkan pertolongan dari dua warga.
Oleh dua warga tersebut, korban dibawa ke RS Singasana untuk mendapatkan pertolongan awal hingga akhirnya dirujuk ke RSUD Tabanan.
Sementara pelaku melarikan diri usai memukul korban menggunakan punggung kapak. “Terduga pelaku melarikan diri. Sejauh ini kami masih melakukan pencarian,” sebut Sukadana.
Meski sudah mendapatkan informasi awal mengenai penganiayaan ini, Polisi belum memastikan motif pelaku.
“Selain itu, korban juga belum bisa sepenuhnya kami ambil keterangannya karena kondisinya,” pungkas mantan Kabag Ops Polres Tabanan ini. (c/kb)

















